Hina Jokowi, Ketua FPI Di Sumut Di Penjara

 

Ilustrasi

DARINETIZEN - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Galang berinisial WP ditetapakan sebagai tersangka oleh Subdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarno Puteri.

Polda Sumut menangkap WP pada saat berada di rumahnya yang beralamat di Dusun III Nusa Indah Desa Sei Karang, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu, 12 Desember 2020. Pria yang berusia 33 tahun tersebut langsung ditahan di Rumah Tahanan Polisi Polda Sumut pada hari itu juga.

Kombes Pol.Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan kepada wartawan bahwa pada saat itu juga yang bersangkutan sudah dimasukkan ke dalam RTP Dit Tahti Polda Sumut.

Tatan mengatakan penyidikan juga akan segara dituntaskan oleh kepolisian dalam kasus ini. Kemudiah, dari pihak kepolisian sendiri akan segera melimpahkan berkas perkara WP ini ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diadili dipengadilan. .

Tatan menambahkan bahwa berdasarkan pengumpulan bukti yang telah cukup dan untuk mempercepat proses penyidikan dan pertimbangan khusus karena kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat banyak, maka selanjutnya penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka WP.

Diketahui sebelumnya bahwa WP mengunggah sebuah foto yang menunjukkan wajah Megawati Soekarno Puteri tengah menggendong anak kecil yang wajahnya diganti dengan Presiden Joko Widodo. Foto itu diunggah WP pada Selasa 24 November 2020 sekitar pukul 21.15 waktu setempat.

Saksi ahli dari USU pun sudah dimintai keterangan oleh Penyidik Polda Sumut. Secara rinci diterangkan bahwa unsur mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik terpenuhi dari bukti print out screenshot akun Facebook milik WP.

Penghinaan terhadap penguasa dituangkan oleh WP dalam gambar yang menunjukkan Megawati sedang menggendong bayi dengan wajah Jokowi secara ikonik, objek gambar tersebut dapat dipahami bahwa Jokowi adalah subordinat yang berada dalam dalam bayang-bayang Megawati.

Kombes Pol.Tatan Dirsan Atmaja menerangkan bahwa secara tidak langsung, gambar reka rupa tersebut menyampaikan pesan bahwa sebagai seorang pemimpin Presiden Jokowi tidak mandiri dan cenderung di bawah kendali Ibu Megawati. Hal ini sudah masuk kedalam kategorikan penghinaan terhadap Kepala Presiden RI sebagai Kepala Negara, terang Tatan.  

Akibat perbuatannya tersebut, WP bakal dijerat dengan Pasal 45 Ayat (3)  Yo Pasal 27 Ayat (3) dari UU RI No 19 Tahun 2019 Perubahan atas UU RI No11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan transaksi dan Transaksi elektronik atau Pasal 310 KUHPidana Yo Pasal 316 KUHPidana dan atau Pasal 207 KUHPidana.


(Fery/DariNetizen)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama