Indonesia Wajib Rapid Test Antigen

Rapid Test Covid-19

DARINETIZEN - Saat ini pemerintah telah mengeluarkan syarat baru untuk bepergian ke luar kota. Masyarakat yang hendak menggunakan fasilitas kereta api (KA) jarak jauh atau pesawat terbang kini wajib menyertakan hasil rapid test antigen maksimal nya  2x24 jam atau H-2 sebelum keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko penyebaran virus corona pada saat libur  Natal dan Tahun Baru.

Begitupun bagi para pendatang dari Luar Negeri. Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional telah meminta kepada  Gubernur Bali I Wayan Koster mewajibkan semua wisatawan melakukan tes PCR dua hari sebelum ke Bali menggunakan pesawat. Sementara itu hal yang diwajibkan oleh pemerintah untuk yang melakukan perjalanan darat, para wisatawan diwajibkan melakukan tes rapid antigen dua hari sebelum melakukan perjalanan.

"Apabila dibandingkan dengan rapid test antibodi yang sebagaimana kita kenal, Rapid test antigen saat ini memiliki sensitifitas dan keakuratan yang lebih baik ," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pajaitan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (15/12).

Perlu diketahui bersama, bahwa rapid test antigen ini berbeda dengan rapid test pada umumnya atau rapid test antibodi. Biaya rapid test antigen ini pun cenderung lebih tinggi daripada rapid test antibodi yang selama ini telah dikenal luas oleh masyarakat.

Rapid antigen adalah jenis tes virus Corona yang memiliki sensitifitas tinggi dengan metode pengambilan sampel swab. Tak ketinggalan Dokter spesialis paru-paru memberikan pandangannya, Dokter dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, Erlina Burhan membeberkan tentang hal tersebut bahwa rapid test antigen ini lebih akurat dibandingkan rapid test antibodi untuk deteksi virus corona yang bisa kita kenal.

(Rey/DariNetizen)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama