Madu Adalah Obat Segala Macam Penyakit

 

DARINETIZEN - Peradaban kuno memandang madu menjadi minuman suci para dewa. Beberapa orang pada jaman itu yakin jika madu dapat membuat mereka berusia panjang, bahkan juga abadi. Bangsa Mesir Kuno manfaatkan madu menjadi paduan roti, sayur-mayur dan bermacam bahan makanan lain. Tidak hanya untuk menambahkan cita-rasa, bangsa Mesir tahu jika madu sanggup membuat makanan jadi awet.

Agar dapat menciptakan madu sekitar 1 kg, koloni lebah (500 – 1000 ekor) harus mencari bunga sekitar 5 juta kuntum. Madu merupakan produk khusus lebah madu sebagai makanan pokok lebah madu itu sendiri. Madu dibuat oleh lebah pekerja lewat reaksi fermentasi dari nektar bunga di aliran pencernaan lebah madu. Sesudah mengalami fermentasi dan beralih menjadi madu, karena itu madu itu dikeluarkan dari perutnya dan tersimpan dalam sarang madu. Madu tidak mengalami peralihan wujud dan memiliki kandungan nilai gizi yang paling lengkap.


Perjalanan nektar bunga menjadi madu tidak cukup sampai di sini. Sesudah lebah madu mengambil nektar, masih banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan sebelumnya hingga selanjutnya terciptalah madu yang sedap dan manis. Sesudah lebah madu hinggap di bunga dan mengambil nektarnya, maka lebah madu terbang kembali pada sarang.

Sarang lebah dapat berada di beberapa macam tempat. Ada koloni lebah yang membuat sarang di beberapa lubang pohon, ada pula yang berada didalam sarang bikinan manusia. Nektar yang sudah diambil oleh lebah madu ditempatkannya dalam kantung madu, persisnya dalam sisi perut lebah madu.

Dalam perut lebah berikut inilah, nektar barusan akan bersatu dengan sebagian kecil protein dan kandung air didalamnya berkurang. Protein-protein yang digabungkan oleh lebah ini berbentuk beberapa enzim, yang mengubah kandung gula dalam nektar jadi bermacam tipe gula atau wujud.

Cairan dari lebah madu yang dikeluarkan melalui beberapa step saat sebelum sampai ke sel atau ruangan dalam sarang. Cairan itu melalui rantai lebah madu, yakni diteruskan sari satu lebah ke lebah yang lain. Sesudah cairan itu sampai ke sel, lebah madu mulai mengolahnya.

Temperatur normal di luar sarang bisanya kurang lebih 35 derajat celcius. Temperatur dan peredaran udara ditata oleh beberapa lebah dengan mengipasi sarang, yakni dengan mengemaskan sayap mereka, sampai temperatur ruang dapat diatur. Selian mengeset suhu udara, peredaran angin itu membantu dan mengurangi jumlah air dalam cairan memalui proses evaporasi. Saat kandung air kurang dari 20 %, lebah madu menggembok sel dengan sumbatan dari lilin lebah.


Madu ialah makanan yang memiliki kandungan bermacam zat nutrisi seperti karbohidrat , protein , asam amino, vitamin, mineral, dekstrin , pigmen tumbuhan dan elemen Aromatik. Bahkan juga hasil dari riset pakar Nutrisi dan pangan ,madu memiliki kandungan karbohidrat yang tertinggi antara produk ternak lainnya seperti susu, telur , daging, keju dan menterga kurang lebih (82,3% lebih tinggi) Tiap 100 g madu murni bernilai 294 kalori atau perbedaan 1000 gr madu murni sama dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gr daging. Hasil dari riset terkini rupanya beberapa zat atau senyawa yang ada di dalam madu benar-benar komplek yakni sampai 181 tipe.

Manfaat madu sudah dikenali semenjak zaman Mesir Kuno.Bahkan juga Ratu Cleopatra sudah memakai untuk menjaga kecantikan dan kesehatannya. Disamping itu madu dipakai untuk ramuan pembalseman ( embalming ) untuk mengawetkan Mummi Raja-raja Mesir Kuno. Adat orang Jepang ialah minum madu tiap malam supaya bangun tidur pada kondisi sehat dan fresh.

Salah satunya kekhasan madu ialah lantaran madu memiliki kandungan zat antibiotik.Hal tersebut diungkapkan dari hasil riset Peter C Molan ( 1992 ) , periset dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto , Selandia Baru. Menurut dia Madu dapat dibuktikan memiliki kandungan zat antibiotik yang aktif menantang gempuran bermacam kuman bakteri pemicu penyakit.

Disamping itu periset dari Departement of Biochemistry , Faculty of Medicine , University of Malaya di Malaysia, Kamaruddin (1997) mengatakan Jika di dalam madu terdapat zat anti mikrobial, yang bisa menghalangi penyakit.

Beberapa penyakit infeksi oleh bermacam bakteri yang bisa dihindari dan sembuh dengan minum madu dengan teratur salah satunya : Infeksi aliran pernapasan atas (ISPA),batuk, demam, penyakit cedera tukak lambung, infeksi aliran pencernaan , penyakit kulit.


Bersamaan dengan bertambahnya perubahan Ilmu dan pengetahuan dan Tehnologi , karena itu terkadang kerap digunakan untuk tindak kejahatan. Misalnya pemalsuan madu, yakni dengan menambah sedikit madu asli dengan gula tebu atau gula merah dan ditambah asam sitrat untuk rasa asamnya dan enzim untuk memunculkan kesan kuat dari madu tersebut.

Disamping itu masihlah ada pandangan yang keliru atau salah mengenai kualitas madu.Ada yang memandang jika madu yang bagus ialah yang memunculkan letusan saat tutupnya dibuka atau yang tidak di kerumuni semut. Justru madu itu sudah hancur terfermentasi oleh enzim dan menuju terhadap terjadinya gas dan alkohol itu, penyebabnya semut tidak ingin mendekatinya.

Di saat ini warga lebih mengenali Madu Arab, Madu Kalimantan atau Madu Sumbawa. Walau sebenarnya kualitas dan mutu madu benar-benar bergantung pada asal nektar bunga yang disedot oleh lebah. Hingga penamaan yang umum diketahui sekarang ini ialah bukan sekedar lagi dari asal tempat dibuat madu tersebut sama dengan yang disebut sebelumnya, namun dari asal nektar.

Madu mempunyai elemen kimia yang mempunyai dampak koligemik yaitu asetilkolin. Asetilkolin berperan untuk memperlancar peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang ada didalam madu akan teresap langsung oleh darah hingga menciptakan energi dengan cepat jika dibanding dengan gula biasa.

Selain kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %) madu memiliki kandungan elemen lain seperti tepung sari dan bermacam enzim pencernaan. Selain itu madu memiliki kandungan bermacam vitamin, seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, garam iodine bahkan juga radium. Disamping itu madu memiliki kandungan antibiotik dan bermacam asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat, oksalat, dan laklat. Karenanya madu sangat tinggi manfaatnya.

Kandungan Madu

1. Gula
Madu adalah kombinasi kompleks yang datang dari alam dan kebanyakan terbagi dalam karbohidrat. Banyak factor yang memengaruhi formasi madu hingga membuat jadi object yang memikat untuk ditelaah.

Biasanya, madu ialah larutan gula jenuh, dan gula ialah elemen khusus madu, seputar 95 g/ 100 gram berat kering. Elemen gula dalam beberapa tipe madu sebagian besar ialah glukosa dan fruktosa.

Rasio fruktosa dan glukosa ialah tanda yang bermanfaat pada madu unifloral (Kaškonienè et al. 2010).Fruktosa umumnya 2x lebih manis dibanding sukrosa, glukosa.

2. Senyawa-senyawa fenolik
Madu sudah dipakai dalam penyembuhan tradisionil semenjak dulu; dalam sekian kali, penerapannya digunakan dalam perawatan cedera bakar, masalah pencernaan, luka yang terinfeksi, dan lesi kulit telah diteliti (Tezcan et al. 2010).

Sejumlah besar karakter biologis madu didasari pada zat fenolik. Madu memiliki kandungan seputar 0,1% -0,5% senyawa fenolik yang bertanggungjawab untuk anti-oksidan, antimikroba, antivirus, anti-inflamasi, anti kanker, dan banyak rutinitas biologis. senyawa fenolik dipandang salah satunya zat nutrisi yang terpenting dan senyawa ini mainkan peranan khusus dalam nutrisi manusia.

Senyawa fenolik yang ada diantaranya flavonoid, asam fenolik, anthocyanin, stilbenes, lignan, tanin, dan polifenol teroksidasi (Ferreira et al. 2009)

3. Minyak Essensial
Zat yang lain penting dalam madu ialah senyawa volatil (gampang menguap) yang mainkan peranan penting dalam wewangian dan nilai nutrisi madu. Senyawa volatil madu terbagi dalam banyak monoterpen, diterpenes, dan seskuiterpen dan terpenoid, asam lemak, alkohol, aldehid, dan keton.

Minyak fundamental sudah dipakai sepanjang beberapa ribu tahun untuk pengawetan makanan, beberapa obat, penyembuhan pilihan, dan therapy alami (Okoh et al. 2010). Rasa dan wewangian ialah dua karakter yang terpenting dari madu, dan wewangian yang dibuat oleh kombinasi kompleks dari senyawa volatil, yang beragam bergantung pada asal nektar, pemrosesan, dan keadaan penyimpanan (De la Fuente et al. 2007).

Senyawa-senyawa volatil madu memengaruhi karakter rasa, wewangian, dan berbau. Minyak essensial bagus sekali sebab manfaatnya selaku obat pilihan untuk penyembuhan banyak penyakit menyebar, penyembuhan pilihan farmasi, dan therapy alami, dan oleh karenanya, minyak fundamental madu yang memengaruhi nilai biologis madu.

Disamping itu, senyawa volatil madu mempunyai potensi bermanfaat untuk menunjukkan orisinalitas contoh madu (De la Fuente et al. 2007).

4. Mineral
Kandung mineral keseluruhan madu ialah seputar 0,04% -0,2%. Banyak factor yang memengaruhi formasi mineral madu, terhitung tipe tanah, sumber bunga, keadaan cuaca, dan pemupukan, dan variabilitas yang besar (White 1978; Anklam 1998).

Mineral khusus pada madu ialah K, Na, Ca, dan Mg. Seterusnya ada Fe, Mn, Cu, Zn, Al, B, Sr, dan Na dalam fokus yang lebih rendah (Vanhanen et al. 2011) Banyak riset sudah memperlihatkan jika madu dengan warna gelap mempunyai kandung mineral keseluruhan dan minyak essensial yang lebih tinggi.

Disampaikan jika contoh madu gelap, seperti chestnut dan honeydew(dari Pinus), terus memiliki kandungan mineral yang semakin tinggi (Golob et al 2005;. Pisani et al 2008.)

5. Asam – asam Organik dan Material Organik Yang lain
Keasaman madu khususnya berasal dari asam organik yang banyaknya lebih rendah dari 0,5% (b / b). Keasaman berpengaruh untuk rasa madu, kestabilan pada mikroorganisme, kenaikan reaksi kimia, antibakteri dan rutinitas anti-oksidan, dan granulasi (Cavia et al. 2002). asam organik bisa dipakai selaku tanda kerusakan pada penyimpanan atau bahkan juga untuk menghitung kemurnian dan orisinalitas madu (White 1978).

6. Protein dan Asam Amino
Madu memiliki kandungan seputar 0,2% protein, yang disebut bee plant pollen dan pollen. Protein dan asam amino dalam madu bisa karena dari lebah dan bunga,_mayoritas ini jadi pollen (Anklam 1998; Hermosín et al 2003.). Dalam asam amino sekitar 1% (b / b), Prolin ialah jumlah paling banyak yakni 50% -85% dari keseluruhan asam amino.

Seluruh asam amino essensial dan beberapa asam amino nonesensial, seperti asam γ-aminobutyric, amino acid isobutirat, dan ornithine, teridentifikasi di beberapa contoh madu, dengan pembagian relatif bergantung pada asal madu (nektar atau honeydew).

Kecuali prolin, asam amino yang diketemukan dalam madu ialah fenilalanin, tirosin, lisin, arginin, asam glutamat, valin, dan histidin. Fokus prolin berperan selaku pemasti tambahan kualitas dan dalam beberapa masalah selaku persyaratan untuk memprediksi kematangan madu dan tanda untuk mengetahui pemalsuan gula (Meda et al. 2005).

Kandung prolin pada madu bermutu harus di atas 180 mg kg-1 madu, nilai minimal yang diizinkan oleh Codex Pangan dan Dewan Uni Eropa (Bogdanov dan Baumann 1997). Madu memiliki kandungan α-amilase, invertase, katalase, oksidase glukosa, dan fosfatase, yang berkaitan dengan asal tanaman, pollen, dan nektar (Anklam 1998).

Mudah-mudahan Info tentang Madu ini berguna ya.

(Rey/DariNetizen)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama