Peringatan Dari BMKG Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia

DARI NETIZEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga supaya menambah kewaspadaan pada potensi berlangsungnya musibah banjir.

Sebab menurut BMKG, sekarang ini sejumlah besar daerah di Indonesia telah masuk puncak musim penghujan dengan peluang berlangsung cuaca ekstrem.

"Perlu diwaspadai kekuatan musibah banjir yang kemungkinan dapat berlangsung dalam kurun waktu dekat," kata Deputi BMKG Bidang Meteorologi Guswanto dalam info tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Adanya kekuatan cuaca ekstrem itu, berdasar riset terpadu dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai wilayah yang diprediksikan mempunyai potensi banjir kelompok menengah pada Dasarian III (10 hari ketiga) Januari 2021 yakni Banten sisi selatan, Jawa Barat sisi tengah dan timur, sejumlah besar Jawa tengah dan D.I. Yogyakarta, Jawa Timur sisi tengah dan timur.

$ads={1}

Disamping itu, Bali sisi utara, Nusa Tenggara Barat sisi utara, sejumlah kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi tengah sisi tenggara, Sulawesi Selatan sisi selatan, Sulawesi Tenggara sisi utara, Maluku Utara dan Papua Barat daerah "Kepala Burung", dan Propinsi Papua sisi tengah.

Guswanto menjelaskan info kekuatan banjir kelompok menengah sampai tinggi untuk 10 hari di depan itu menjadi usaha mitigasi supaya jadi perhatian dan kesiagaan warga pada kekuatan banjir, longsor, dan banjir besar.

BMKG menulis sekarang ini sejumlah besar daerah Indonesia, yakni 94 % dari 342 zone musim sudah masuk musim penghujan.

Daerah yang telah masuk puncak musim penghujan itu, khususnya Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, sampai Nusa Tenggara.

Disamping itu, warga dan pengurus pelayaran disuruh untuk selalu memantau info BMKG, guna selalu mewaspadai peringatan awal gelombang tinggi, terutamanya pada 18-20 Januari 2021.

Diprediksi, tinggi gelombang 2,5-4 mtr. (rough sea) berkesempatan berlangsung di Selat Malaka sisi utara, perairan utara Pulau Sabang, Samudra Hindia barat Bengkulu sampai selatan Jawa, Laut Natuna, perairan timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, Perairan Singkawang-Sambas, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa, Selat Makasar sisi tengah dan selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Halmahera sampai Papua Barat.

Gelombang dengan ketinggian 4-6 mtr. (very rough sea) berkesempatan berlangsung di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna.

Berkaitan dengan cuaca untuk kebutuhan penerbangan, berdasar riset dan perkiraan BMKG, sekarang ini pada umumnya masih mempunyai potensi tinggi berlangsungnya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang bisa mencelakakan penerbangan.

Pembangunan awan CB itu khususnya mempunyai potensi berlangsung di daerah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi tengah, NTT, NTB, Maluku, Papua Barat, Papua.

(Rey/DariNetizen)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama