Status Darurat Covid-19, Malaysia Larang Pemilu

 

Sumber : akurat.co

DARI NETIZEN - Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memberitahukan pada Selasa (12/1) jika tidak akan ada sidang parlemen atau Pemilu selama saat status darurat nasional Malaysia.

"Parlemen tidak bersidang sampai waktu yang ditentukan oleh raja. Sepanjang kondisi darurat, tidak ada Pemilu, Pemilu negara bagian, atau Pemilu sela yang diselenggarakan," sebut Muhyiddin, dikutip dari Kanal News Asia.

Keputusan ini menyusul informasi Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin al-Mustafa Billah Shah yang memutuskan posisi darurat di semua negeri untuk membatasi penebaran COVID-19. Posisi darurat ini akan berjalan sampai 1 Agustus ataupun lebih awal, bergantung pada keadaan infeksi virus corona.

$ads={1}

Dalam pidatonya, Muhyiddin mengkritik ada banyak pihak yang memaksa diselenggarakannya Pemilu.

"Bukan inginnya saya untuk tidak melangsungkan Pemilu. Tetapi, wabah COVID-19 menghambat saya untuk menyarankan raja supaya membubarkan parlemen untuk melangsungkan Pemilu," jelasnya.

Dia memperingatkan penyelenggaraan Pemilu waktu wabah bisa memberikan ancaman kehidupan masyarakat. Muhyiddin memperjelas jika posisi darurat itu bukan kup militer.

"Pemerintahan sipil terus akan berperan. Posisi darurat yang diumumkan oleh raja bukan kup militer dan jam malam tidak akan difungsikan," sambungnya.

Dia pastikan Kabinet, dewan eksekutif negara, dan pelayanan pemerintahan terus akan bekerja.

"Saya jamin perangkat pemerintahan dan layanan khalayak tidak akan dipengaruhi oleh maklumat darurat ini," tambahnya.

Berdasar Konstitusi Pasal 150, raja bisa memutuskan posisi darurat atas anjuran perdana mentri bila dia percaya ada keadaan serius yang memberikan ancaman keamanan, kehidupan ekonomi, atau ketertiban umum. Komite khusus independen akan dibuat sesuai peraturan untuk memberitahu raja bila posisi darurat harus diperpanjang atau disudahi lebih cepat.

Sepanjang posisi darurat, raja dapat mengeluarkan peraturan untuk manfaatkan tanah pribadi, rumah sakit, dan laboratorium untuk dipakai pemerintahan dalam perjuangannya melawan COVID-19.

Berdasar pengakuan pada Selasa (12/1), raja menulis jika keadaan wabah COVID-19 di negara itu ada di tingkat yang paling gawat. Itu penyebabnya perlu dipublikasikan penentuan posisi darurat.

Jumlah infeksi harian baru di Malaysia capai rekor paling tinggi minggu kemarin, tembus angka 3 ribu untuk pertamanya kali. Keseluruhan masalah virus corona tembus 138 ribu pada Senin (11/1) dengan 555 kematian.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama