Baru Kali Ini Lereng Gunung Sawal Diciamis Longsor

Lereng Gunung Sawal di Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, longsor pada Kamis (18/2/2021) dini hari jam 01.00 WIB. Luas lereng yang longsor mencapai belasan hektar.

"Longsor terjadi tengah malam. Kira-kira jam 01.00 WIB," kata Warman (45), salah seorang masyarakat yang tinggal di Kaki Gunung Sawal.

Ia menjelaskan, posisi longsor jauh dari pemukiman. Tetapi, Warman cemas bila musibah ini dapat mengusik mata air bersih yang umum di pakai masyarakat.

$ads={1}

Menurut Warman, area lereng yang longsor lumayan besar. Posisinya memanjang. Di lokasi longsoran, lanjut Warman, terdapat banyak pohon kopi. Disamping itu, ada juga tunggul-tunggul pohon sisa di tebang.

"Pantesan saja longsor, banyak tanaman kopi di tempat itu, dan banyak pohon sisa tebangan," bebernya.

Warman menyangka, pohon itu di tebang oleh orang yang tidak bertanggungjawab. "Apa karena ada penebangan liar atau apa hingga terjadi longsor. Baru kali ini Gunung Sawal sebagai sumber mata air di Panjalu longsor besar," tuturnya.

Setahu Warman, baru kali ini di lereng Gunung Sawal terjadi tanah longsor. Beberapa tahun lalu, saat terjadi hujan besar sekalipun, tak pernah terjadi tanah longsor di Gunung Sawal. "Sepanjang sejarah, baru kali ini Gunung Sawal sampai longsor," katanya.

Warman menambah, dahulu pohon yang tumbuh di lereng Gunung Sawal cukup lebat. Tetapi makin kesini, pohonnya makin berkurang.

"Makin gundul, dan umumnya pada antara pohon banyak tanaman kopi," terangnya.

Sebagai masyarakat Panjalu, Warman tidak menginginkan ada tanaman kopi di lereng Gunung Sawal. Katanya, yang menanam kopi di lereng gunung datang dari luar Panjalu.

"Malah yang tanam kesini di luar masyarakat Panjalu," katanya.

Warman dan masyarakat yang lain cemas bila musibah ini akan berpengaruh ke kerusakan ekosistem yang ada. Kerusakan yang dimaksud salahsatunya ialah menyusutnya sumber mata air.

"Masyarakat akan susah air, hewan-hewan terusik," katanya.

Sementara itu, saat di kontak lewat WhatsApp, Admistratur Perhutani KPH Ciamis, Sukidi menjelaskan tempat yang longsor di Mandalare masuk di kawasan hutan petak 62b RPH Panjalu BKPH Ciamis. Lereng yang longsor ialah kawasan pelindungan berupa hutan alam sekunder.

"Terbagi dalam pohon rimba kombinasi dikuasai tipe puspa, kijangkat dan sebagainya," terang ia.

Sukidi memperjelas, di tempat yang longsor tidak ada tanaman kopi. Material tanah longsor itu berkenaan tempat yang di tanami kopi.

"Lebar longsoran 5 mtr., panjang 25 mtr.. Posisi yang longsor akan di tanam kembali dengab tipe kaliandra, bambu, picung," tuturnya.

Sukidi menambah, pemicu lereng gunung longsor diperhitungkan karena curahan hujan tinggi. Disamping itu, di bawah tanah ada batu cadas.

Ia menentang terjadi penebangan liar di lereng gunung itu. "Kami sampaikan tidak ada penebangan liar dan tidak ada saluran air, " jelasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama