Daging Sapi Impor Australia di Vietnam Lebih Murah, Kok Bisa?

 

(Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Periode 2014-2019)

darinetizen.com, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, secara terang-terangan menanyakan kondisi perdagangan Indonesia yang menurut pengamatannya memiliki kesamaran yang tidak masuk akal.

Susi melontarkan pertanyaan itu kepada Menteri Perdagangan yang baru Muhammad Lutfi dalam program acara Susi Cek Ombak yang dipandunya bersama co-host Komika Kiky Saputri, di stasiun televisi swasta Metro TV yang tayang Rabu malam, 17 Februari 2021 lalu.

$ads={1}

Susi membagi cerita pengalamannya sebagai stakeholder petani garam di Indonesia, susi l melihat terkadang kontrol perdagangan atas kuota impor sering kali kurang tegas dalam pelaksanaan aturannya, dan pada akhirnya menyebabkan petani garam saat panen harganya malah murah di tingkat petani.

Permasalahan turunnya harga garam di tingkat petani ini sudah menjadi perhatian Susi, bahkan ketika dirinya masih menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

"Persoalan harga jatuh itu adalah impor terlalu banyak dan bocor. Titik. Itu persoalannya," Ucap Susi saat memaparkan pencapaian program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan semester I di kantornya, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019 silam.

Dalam wawancara bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tersebut, Doktor Honoris Causa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini juga menceritakan pengalamannya saat Menteri Agriculture-nya Vietnam berkunjung ke Indonesia.

Susi membawa tamu dari Vietnam itu jalan-jalan ke Natuna, “Kami cerita banyak hal, termasuk (impor) daging sapi, saya tanya Vietnam impor dari mana? Dari Australia, katanya,” tutur mantan menteri kelautan dan perikanan ini.

Susi juga menanyakan kepada tamu kenegaraannya itu tentang harga jual paling mahal daging sapi impor yang juga sama-sama Indonesia dan Vietnam pasok dari Australia.

Susi sangat kaget saat mengetahui harga daging sapi di vietnam yang lebih murah dibanding harga pasaran di Indonesia. Susi pun mempertanyakan apakah alasan jarak mampu mempengaruhi harga yang jika dilihat secara kasat mata, Indonesia bahkan lebih dekat dengan Australia.

“Kenapa Vietnam murah, Indonesia mahal? Apakah itu tidak mungkin tidak ada permainan sehingga harga tetap mahal? Karena hukum dagang, permintaan turun mestinya harganya turun,” ucap mantan menteri kelautan dan perikanan

Menanggapi pertanyaan tersebut Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menjelaskan bahwa pihaknya mengakui permasalahan perdagangan Indonesia memang sangat kompleks dan harus diselesaikan.

Menteri perdagangan RI ini juga menuturkan bahwa salah satu penyebab harga daging sapi impor lebih murah di Vietnam karena hal tersebut sudah terjadi sangat lama. “Insya Allah saya bereskan, jadi pembeli dan penjual mendapatkan manfaat keuntungan yang wajar,” tuturnya.

Kepada menteri pendahulunya (Susi Pudjiastuti), Menteri Perdagangan RI yang sekarang menambahkan bahwa yang terpenting masyarakat Indonesia tidak dirugikan karena harga daging sapi impor yang lebih mahal dibanding negara lain.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama