DP Nol Persen, BNI Tertarik untuk Menyalurkan Kredit KPR

 

(PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Persero, Tbk)

darinetizen.com, Jakarta - Bank Sentral Indonesia atau BI memperkenankan perbankan memberikan kredit KPR tanpa DP atau DP Nol Persen, dengan merelaksasi Rasio Loan to Value (LTV)/Financing to Value (FTV) yang diberikan keringan sampai dengan 100 persen. Peringanan ini berlaku efektif mulai 1 Maret 2021 hingga 31 Desember 2021.

Salah satu bank di Indonesia, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung adanya peringanan LTV. Mucharom sebagai Secretary Corporate BNI, menjelaskan bahwa pihaknya tertarik menyalurkan KPR dengan DP nol persen. Kendati demikian, DP nol persen hanya akan diberikan kepada nasabah dengan kriteria tertentu dengan tetap mengutamakan mitigasi risiko.

$ads={1}

"BNI mendukung pelonggaran ini dengan harapan akan memikat kemauan masyarakat untuk tetap memiliki rumah di saat pandemi. Betul (DP nol persen untuk nasabah tertentu), dengan tetap mengutamakan prudential practices, risk mitigation, dan sesuai ketentuan regulator," Kata Mucharom, Selasa (23/2).

Menurut Secretary Corporate BNI ini, kebijakan LTV ini juga juga sangat berhubungan erat dengan kondisi NPL perbankan. Sehingga bank bisa menyalurkan KPR DP nol persen jika tingkat NPL sehat. Selain itu, berdasarkan aturan BI, DP rumah 0 persen hanya bisa diberikan untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun pertama dengan tipe 21.

Namun di luar adanya kebijakan tersebut, Mucharom mengatakan sejatinya BNI selama masa pandemi ini juga telah melakukan berbagai terobosan demi terus untuk merangsang peningkatan kredit, termasuk KPR.

Menurut mucharom, BNI telah mengadakan beberapa kali pameran properti secara daring di level nasional maupun level internasional, disertai beragam promo dan program BNI Griya.

"Berbagai variasi terobosan itu turut menopang pertumbuhan kredit BNI Griya kami sepanjang tahun 2020 menjadi Rp 46 triliun atau tumbuh 4,3 persen yoy dengan NPL yang cukup rendah," pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama