Insentif Guru Agama Non Muslim Minta Diperhatikan Diciamis

Masyarakat meminta insentif guru agama non Islam di Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten.

Keinginan masyarakat itu tersingkap saat anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Partai Demokrat, Iyan Sofyan, melaksanakan reses pertama kalinya tahun 2021 ini di wilayah itu, Selasa (16/02/2021).

$ads={1}

Pada reses pertama itu, Iyan Sofyan melakukan aktivitas di dapil 3, persisnya di Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan untuk menampung inspirasi warga.

Dia menjelaskan, warga Desa Kertajaya memegang tiga agama, yakni Islam, Katolik, dan Protestan, dan satu aliran kepercayaan.

"Walau warganya memegang tiga agama yang lain dan satu aliran kepercayaan, tetapi nilai toleransinya tinggi sekali," kata Iyan.

Dia menjelaskan, saat lakukan reses, ada banyak hal yang diharapkan oleh warga Desa Kertajaya. Diantaranya berkenaan insentif untuk guru agama. Dalam masalah ini pendidik agama non muslim supaya memperoleh perhatian dari pemda.

"Banyak saran yang saya terima dari warga. Salah satu point utama yang betul-betul harus mendapatkan perhatian yakni insentif untuk guru agama lainnya. Hal itu harus jadi fokus utama saran ke pemda," ujarnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama