Panumbangan Ciamis Diserang Chikungunya

Tidak hanya Demam Berdarah Dengue (DBD) pandemi Chikungunya banyak juga serang masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis menulis ada kira-kira 67 orang masyarakat yang terkena Chikungunya di Kecamatan Panumbangan.

Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis dr Yoyo menjelaskan, pandemi Chikungunya umumnya karena gempuran nyamuk yang serupa dengan pemicu DBD yakni Aedes aegypti. Namun, virusnya berlainan.

"Dari Januari sampai Maret tahun 2021 saat ini kami menulis kasus Chikungunya termasuk lumayan tinggi. Karena pada sebuah kecamatan yakni di Kecamatan Panumbangan ada 67 orang masyarakat yang terkena," bebernya.



Yoyo meneruskan, beberapa ciri orang terkena virus Chikungunya sama dengan DBD dan tifoid. Tetapi pada pasien yang terkena Chikungunya terjadi bengkak jaringan kulit di daerah kaki yang mengakibatkan orang itu tidak dapat berjalan.

"Jika DBD dan tifoid atau tifus demam lumayan tinggi dapat capai 40 derajat dan untuk Chikungunya demam ada, ditambahkan kaki alami lebam dan sulit bergerak, hingga kerap disebutkan dengan penyakit kaki gajah," terangnya.

Menurut Yoyo, pandemi virus Chikungunya akan serang manusia lewat gigitan nyamuk. Karena itu wajib untuk bersihkan lingkungan tiap hari khususnya di beberapa lokasi yang kerap menyimpan kubangan air sebagai sarang nyamuk.

Dinkes Minta Basmi Sarang Nyamuk Pemicu Chikungunya di Ciamis

Pihaknya menghimbau ke beberapa Kepala Puskesmas di Kabupaten Ciamis untuk selalu lakukan pembimbingan. Termasuk sosialisasi penanganan pandemi virus Chikungunya, walau saat ini pihaknya masih konsentrasi pada penanganan Covid-19.

Karena kata Yoyo, untuk lakukan pengatasan tidak dapat dilaksanakan masing-masing tetapi harus bersama. Seperti program jumantik perkantoran harus dapat terus digerakkan dengan benar dan baik.

"Untuk posisi endemik kita telah lakukan pengatasan seperti fogging dan pemberitahuan terus-terusan ke masyarakat agar selalu mempertahankan kesehatan lingkungan," ucapnya.

Karena, kata Yoyo, walau telah lakukan penanganan, namun tidak dilaksanakan dengan teratur dan berkaitan, karena itu ditegaskan pandemi Chikungunya atau DBD tetap menyerang. Salah satu langkah kurangi resiko yakni memberantas sarang nyamuk.

"Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus terus dilaksanakan khususnya di beberapa daerah yang padat warga. Karena itu kami ajak ke semua masyarakat kabupaten Ciamis bersama memberantas sarang nyamuk setiap waktu," ujarnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama