Kebun Kurma Ini Jadi Tanda Datangnya Dajjal


Dajjal merupakan salah satu tanda dari beberapa tanda kiamat kubra (hari akhir_red). Ia merupakan perkara ‘ghaib’ atau sam’iyyat. Umat Muslim—Ahlusunnah wal Jamaah- wajib mengimani kedatangan Dajjal di akhir zaman nanti. Caranya, umat Muslim harus meyakini sepenuhnya apa yang pernah disampaikan Nabi Muhammad mengenai Dajjal.

Adapun perkara Dajjal telah banyak diriwayatkan termasuk dari hadist Nabi riwayat Muslim yang diungkapkan oleh Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid. Dilansir dari naviri.org, Habib yang menceritakan bahwa Dajjal sudah ada sejak zaman Nabi. Dan seorang Nasrani telah bertemu oleh Dajjal.

Nasrani bernama Tamim Ad Dari itu terdampar di suatu pulau yang tak berpenghuni, kemudian berjumpa dengan Dajjal yang sedang terikat. Terjadilah dialog diantara mereka. Dajjal menanyakan apakah sudah ada dari bangsa Arab yang menyebut dirinya Nabi (yang dimaksud adalah Rasulullah Muhammad SAW). Saat itu Tamim menjawab sudah ada, walaupun Dia belum memeluk Islam.

Kemudian Dajjal menanyakan tentang keadaan pohon kurma di daerah Baisan. Tamim menjawab bahwa pohon kurma itu masih berbuah. Dajjal mengatakan bahwa pohon itu sebentar lagi tidak akan berbuah. Dajjal juga mengatakan bahwa air di Danau Tiberia sebentar lagi hampir habis.

Sebagaimana dikisahkan Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid, bahwa Dajjal merasa gembira setelah tanda-tanda yang disebutkan Tamim sudah muncul. Dajjal merasa senang karena semakin dekatlah waktu dilepaskannya rantai yang mengikatnya selama ini, dan ia akan siap menyesatkan umat manusia yang lemah imannya, lemah ilmu agamanya, lemah aqidahnya dan miskin jiwanya.

2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama