Kemenag Beri Sinyal Kenaikan Biaya Haji

Kementerian Agama mensinyalir ada peluang biaya naik haji ke tanah suci akan mengalami peningkatan. Peluang itu tetap benar-benar terbuka, karena ada pengubahan-perubahan fundamental yang tidak dapat dijauhi.


Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji Kemenag Khoirizi H Dasir menjelaskan, biaya naik haji tahun ini peluang akan naik. Ia menjelaskan, minimal ada tiga factor yang mempengaruhi peningkatan itu. Misalkan, peningkatan kurs Dollar, peningkatan pajak dari 5 % jadi 15 %, dan kewajiban implementasi prosedur kesehatan.


"Haji di periode wabah mewajibkan pengecekan swab, menjaga jarak dan limitasi kemampuan kamar, ada juga karantina dan yang lain. Itu semua pasti berpengaruh pada ongkos haji," katanya ungkap tanda-tanda peningkatan biaya haji tahun ini, Rabu (7/4/2021).


Walau demikian, pemerintahan pastikan jika sampai sekarang ini pemerintahan belum memutuskan ongkos penyelenggaraan haji tahun 2021. Besaran biaya ke tanah suci untuk Islam itu tetap diulas secara intens bersama DPR.


"Tidak ada ketentuan. Ongkos haji tahun ini masih diulas secara intens oleh Panja Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR," tegas Khoirizi di Jakarta.


Ia menerangkan, ulasan ongkos haji bersama komisi VIII DPR itu masuk ke tingkatan ongkos penyiapan dan mitigasi penyelenggaraan beribadah haji di periode wabah. Topik itu diulas sambil menanti info sah dari pemerintahan Saudi Arabia. Khususnya masalah paket jamaah haji tahun untuk Indonesia.


Karenanya, ulasan ongkos haji dilaksanakan dengan asumsi-asumsi paket sesuai skenario yang sudah dirumuskan.


"Karena tidak ada kejelasan paket. Karena itu ulasan ongkos haji berbasiskan pada skenario yang memiliki sifat asumtif dimulai dari paket 30 %, 25 %, 20 %, bahkan juga sampai cuman 5 %," urai Khoirizi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama