Mengenal Lebih Dekat Sulawesi Tengah Melalui Museum Sulawesi Tengah


Bila sedang ada di kota Palu, mampirlah sesaat ke Museum Sulawesi tengah. Museum yang berada di Jalan Kemiri No 23, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat memiliki koleksi yang terbagi dalam beberapa benda geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatic, filologi, keramik seni rupa, dan tehnologi modern.

Untuk sebagian orang, bertandang ke museum bukan opsi tujuan khusus untuk isi waktu senggang mereka. Masihlah ada sebagian orang di Indonesia yang mengasosiasikan museum sebagai satu hal yang tidak menarik. Asumsi itu terang harus di hilangkan. Lawatan ke museum tidak selalu harus sama dengan kelompok beberapa anak sekolah yang tiba dengan bawa kertas berisi beberapa soal yang perlu mereka jawab sebagai sisi dari lawatan studi tur mereka. Tidak hanya sebagai fasilitas edukasi, museum sebagai lokasi yang dapat membuat kita sebagai bagian dari warga Indonesia sadar dengan identitas kebangsaannya. Museum Sulawesi tengah yang ada di kota Palu tawarkan bermacam pengetahuan yang membuat beberapa pengunjung lebih dekat dengan riwayat dan budaya Indonesia, terutamanya riwayat dan budaya Sulawesi tengah.

Cukup dengan ticket masuk sejumlah Rp 1.500 untuk beberapa anak, Rp 3.000 untuk dewasa, dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing, pengunjung bisa nikmati koleksi-koleksi museum yang berhubungan dengan riwayat dan budaya dari propinsi Sulawesi tengah sendiri, Kain Tenun Donggala, baju tradisi tradisionil dari semua kabupaten dan kota di Sulawesi tengah, tiruan Patung Palindo yang memvisualisasikan leluhur orang Bada, dan Taingaja yang disebut patung kepala kerbau yang dibuat dari perunggu ialah beberapa koleksi dari Museum Sulawesi tengah yang erat berkaitan dengan propinsi itu.

Tidak hanya simpan beberapa benda yang terkait dengan riwayat dan budaya dari propinsi Sulawesi tengah, museum ini memiliki koleksi lain yang menjadi daya magnet untuk beberapa orang yang bertandang ke museum ini. Ada sebuah Al-Qur'an kuno raksasa berusia beberapa ratus tahun yang dicatat dengan tangan dan beberapa benda warisan dari periode penjajahan dahulu seperti bermacam jenis senjata; keris dan meriam sebagai koleksi lain museum yang dapat dinikmati beberapa pengunjung. Posisi museum ini ada dalam tengah kota dan disekelilingnya ada bermacam jenis sarana umum seperti hotel dan pusat belanja. Janganlah lupa untuk berkunjung museum yang memiliki sarana perpustakaan ini saat bertandang ke kota Palu. Alangkah bermanfaatnya saat waktu senggang berisi berkunjung lokasi yang tidak hanya bisa menambahkan wawasan, tetapi juga menambahkan rasa cinta pada bangsa sendiri.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama