Sekolah Misteri

DALAM SEKOLAH-SEKOLAH MISTERI, para calon murid berharap untuk bergabung dalam perintah seperti masuk ke dalam sebuah sumur, diuji di air, dijejalkan melalui pintu yang sangat kecil, berdisukusi logik yang rumit dengan para pakar antropomorfik. Teringat sesuatu ? Lewis Carrol adalah salah satu banyak penulis cerita anak-anak. penulis lainnya antara lain Brothers Grimm Antoine de Saint-Eupery, C>S Lewis dan pencipta The Wizard of Oz dan Mary Poppins - yang telah terpengaruh oleh filosofi rahasia. Dengan campuran dari kekacauan dan literatur kekanakan, penulis-penulis ini telah berusaha menggerus akal sehat, melalui pandangan hidup materialistis. Mereka ingin mengajari anak-anak untuk berpikir terbalik, menatap segalanya dari sisi yang berbeda, dan mematahkan pemikiran baku yang telah ditetapkan.

Jiwa-jiwa berkerabat lainnya termasuk Rabelais dan Jonathan Swift. Karya-karya mereka memiliki karakteristik sifat membingungkan yang tidak membesar-besarkan isu supernatural hanya bakat. Benda-benda khayalan terlihat setidaknya sebagai benda-benda biasa dari dunia fisik. Satiris dan skeptis, penulis-penulis ikonoklasik dengan lembut melemahkan asumsi dan merusak sikap rendah hati para pembacanya. Filosofi esoteris tidak disebutkan secara blakblakan dalam Gargantua and Pantagruel atau Gulliver's Travels, tetapi sejumlah kecil penelitian mendalam membawanya ke tempat yang terang benderang.

Kenyataannya artikel ini akan memperlihatkan bahwa dalam sepanjang sejarah, sejumlah besar tokoh terkenal masyarakat dengan  diam-diam telah mengembangkan filosofi esoteris dan ajaran-ajaran mistis yang besar dalam perkumpulan-perkumpulan rahasia. Hal itu mungkin ditentang bahwa, karena mereka hidup pada masa ketika orang-orang yang menganyam pendidikan sekalipun tidak menikmati semua kebaikan intelektual yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan modern. Jadi, wajar saja ketika Charlemagne, Dante, Joan of Arc, Shakespeare, Cervantes, Leonardo, Mechleangelo, milton, Bach, Mozart, Goethe, Beethoven, dan Napoleon menganut kepercayaan yang tidak dihargai sekarang. Namun, bukankah menjadi sangat mengehrankan jika pada masa modern sekarang ini banyak yang memercayai hal tersebut, bukan hanya orang-orang gila, pecinta mistis yang hidup sendirian, atau penulis-penulis cerita khayalan, melainkan juga para pendiri metode ilmiah modern, humanis, rasionalis, pembebas, sekuler, dan penghukum hal-hal takhayul, orang-orang modern, pencuriga, dan pengejek? Bisakah orang-orang yang telah bekerja keras untuk membentuk pandangan dunia yang materialistis dan berorientasi ilmiah memercayai hal lain? Newton, Kepler, Voltaire, Paine, Washington, Franklin, Tolstoy, Dostoyevsky, Edison, Wilde, Gandhi, Duchamp mungkinkah benar mereka memprakarsai sebuah tradisi rahasia, mengajarkan untuk memercayai kekuatan pikiran melebihi materi dan bahwa mereka mampu berkomunikasi dengaan roh-roh tak berjasad?

Biografi terkini dari orang-orang yang jarang menyebutkan bukti tentang hal itu sekarang menunjukan bahwa mereka menunjukan ketertarikan pada gagasan itu. Pada iklim intelektual masa kini yang telah menyebutkan tentang hal itu, mereka biasanya mengatakan bahwa itu adalah kegemaran, penyimpangan sementara, gagasan menarik yang mungkin saja menjadi permaianan orang-orang itu atau menggunakannya sebagai perumpamaan untuk karya mereka tetapi tidak pernah menganggapnya serius. 

Akan tetapi, sebagaimana kita ketahui, Newton niscaya adalah seorang praktisi alkimia sepanjang usia dewasanya yang menganggap pekerjaannya yang terpenting. Washington memuja roh agung langit ketia ia membangun kota yang akan menggunakan namanya menjadi nama kota itu. Dan, ketika Napoleon berkata bahwa ia dipimpin oleh bintangnya, ini bukan sekadar penggambaran dalam pidatonya, ia sedang membicarakan roh agung yang memperlihatkan takdirnya dan membuatnya kuat dan luar biasa. Salah satu tujuan artikel ini adalah untuk memperlihatkan bahwa, jauh dari menjadi panutan selintas atau kejanggalan yang tak tercatat, jauh dari menjadi insiden atau tidak terkait apa pun, gagasan-gagasan aneh ini membentuk inti filosofi dari banyak orang yang mengukir sejarah, dan mungkin lebih penting, untuk memperlihatkan bahwa mereka berbagi sebuah kebulatan tujuan yang mengagumkan. Jika Anda menganyam karya-karya orang besar ini menjadi satu kisah sejarah bersambung yang menarik, akan menjadi nyata lagi dan lagi bahwa titik balik besar dalam sejarah, filosofi kuno dan rahasia ada didalamnya, berembunyi dibalik kegelapan, membuat pengaruhnya terasa.

 Dalam ikonografi dan patung-patung dari dunia kuno, dimulai dari zaman Zarathustra, pengetahuan tentang doktrin rahasia dari sekolah-sekolah Misteri ditunjukkan dengan memegangi sebuah kertas gulungan. Seperti yang akan kita lihat, tradisi ini telah berlanjut hingga masa modern, dan hari ini patung-patung ditempat umum di kota-kota kecil dan kota-kota besar di dunia memperlihatkan betapa meluas pengaruh itu tersebar. Tidak perlu berjalan ke tempat sejauh Rennes-le-Chateau, Rosslyn Chapel, atau benteng terpencil di Tibet untuk menemukan simbol-simbol tersembunyi dari sebuah sekte rahasi. Pada akhir artikel ini pembaca akan melihat bahwa pelacakan ini tersebar disekitar kita dan tampak jelas di gedung-gedung publik serta monumen-monumen, gereja-gereja, seni, musik, film, festival, budaya daerah, juga di setiap kisah yang kita ceritakan kepada anak-anak, bahkan di dalam nama-nama hari dalam seminggu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama