Demam Pada Bayi

Demam Pada Bayi, demam adalah temperatur yangg tinggi, sampai 38 derajat celcius atau lebih. Pada bayi yang demam, dahinya akan terasa panas dan ia tampak tidak sehat serta rewel. Bila anda menduga bayi anda tidak sehat, ukurlah temperaturnya seperti cara di dalam artikel ini. Bila bayi anda demam, turunkanlah demamnya dan periksakanlah ke dokter.

Untuk anak usia di atas 1 tahun, silahkan lihak halaman ini DEMAM PADA ANAK-ANAK.

Apakah usia bayi anda kurang dari 6 bulan?
BAWA KE DOKTER SEKARANG JUGA! Mungkin bayi anda terserang virus atau bakteri. Selain itu, demam bisa timbul setelah menjalani imunisasi. Sebelum memeriksakannya ke dokter, redakanlah demam nya (lihat MENURUNKAN DEMAM). Dokter akan memeriksa si bayi untuk mencari penyebabnya. Pada beberapa kasus, dokter akan meresepkan antibiotika. Mungkin dokter akan menyarankan rawat inap di rumah sakit bila si bayi tampak sangat tidak sehat atau bila penyebabnya tidak jelas.

Adakah ruam di kulitnya?
Lihat artikel ini Ruam disertai demam.

Apakah ia terbangun di malam hari, menangis tanpa bisa diredakan, dan/atau menarik-narik salah satu telinganya?
BAWA KE DOKTER DALAM 24 JAM! Suatu infeksi virus atau bakteri di telinga bagian tengah adalah penyebab umum naiknya temperatur seorang bayi di atas 6 bulan. Infeksi telinga bagian tengah semakin mungkin bila ia baru saja sakit pilek. Dokter akan memeriksanya dan meresepkan antibiotika. Selain itu, lakukan sendiri tindakan meredakan nyeri telinga dan meredakan demam.

Apakah nafasnya cepat dan tidak wajar?
BAWA KE DOKTER SEKARANG JUGA! Bronkhiolitis (infeksi virus di saluran nafas paru-paru) atau pneumonia (infeksi virus atau bakteri pada gelembung udara di paru-paru) adalah kemungkinan penyebabnya. Dokter akan memeriksanya dan mungkin merujuk si bayi ke rumah sakit untuk menjalankan beberapa test, misalnya SINAR-X dan pengukuran tingkat oksigen darah. Pengobatan bisa mencakup antibiotika.

Adakah cairan bening dari hidung, dan/atau apakah dia bersin?
Demamnya mungkin karena infeksi virus, misalnya pilek. Campak adalah kemungkinan yang agak tipis. Bila akibat campak, akan timbul ruam merah rata melebar dalam 2-3 hari. Redakanlah demamnya sangat perlu juga mendorong si bayi agar banyak minum, namun jangan terlalu mencemaskan makanan padat. Bila timbul ruam atau bila kondisinya tidak membaik dalam 24 jam, periksakanlah ke dokter.

Adakah satu gejala berikut? Mengantuk tidak wajar, Gelisah, Menangis menjerit tidak wajar, Bintik rata merah gelap yang tidak memudar dengan tekanan?
BAHAYA! BAWA KE RUMAH SAKIT SEKARANG JUGA! Meningitis, peradangan selaput pembungkus otak akibat infeksi, bisa menyebabkan gejala seperti ini. Bila diduga meningitis, si bayi harus segera di bawa ke rumah sakit saat itu juga, untuk mendapatkan pertolongan segera dengan antibiotika, dan mungkin memerlukan perawatan intensif.

Apakah anak sedang diare?
BAWA KE DOKTER SEKARANG JUGA! Gastroenteritis, yaitu infeksi sitem pencernaan., adalah kemungkinan terbesar gejala seperti ini, terutama bila si bayi juga muntah. Dokter akan memeriksa apakah si bayi mengalami dehidrasi. Dokter juga akan memberikan beberapa saran pencegahan dehidrasi pada bayi (lihat disini) dan langkah-langkah menangani gastroenteritis pada bayi. (lihat disini).

Apakah si bayi baru saja di imunisasi?
Sebagian bayi akan merasa tidak nyaman atau demam ringan dalam seminggu setelah di imunisasi rutin. Ikutilah saran-saran menghadapi demam setelah di imunisasi di bawah ini.

Apakah pakaiannya sangat tebal dan/atau apakah ia di lingkungan berhawa hangat?
Kegerahan karena pakaian terlalu tebal atau udara di sekitar yang terlalu panas, bisa menyebabkan demam. Bayi tidak membutuhkan pakaian lebih tebal dari orang dewasa pada suatu kondisi yang sama, dan akan nyaman dalam pada temperatur ruang 15-20 derajat celcius. Tempat tidur bayi tidak boleh terletak di dekat alat pemanas ruangan. Lepaskan semua pakaian yang berlebihan dan pindahkan si bayi ke tempat yang lebih sejuk dan tidak dingin. Bila temperaturnya bayi tidak kembali normal dalam 1 jam, lakukan tindakan menurunkan demam (lihat disini) dan hubungi dokter.

Tindakan sendiri mengukur temperatur bayi anda

Untuk mengukur temperatur bayi, letakkan ujung yang berisi air raksa di ketiaknya. Pilihan lain, gunakan termometer aural yang diletakkan di telinga si bayi (lihat MENGUKUR TEMPERATUR TUBUH ANAK ANAK). Jangan pernah memsang termometer kaca di mulut bayi.

Demam sesudah imunisasi

Sebagian bayi dan anak kecil mengalami demam ringan seusai di imunisasi. Imunisasi rutin biasanya diberikan pada usia 2, 3, 4, dan 12-15 bulan. Bila anak anda mengalami demam setelah di imunisasi, lakukanlah saran-saran untuk meredakan demam nya (lihat disini). Segera hubungi dokter bila temperaturnya naik sampai diatas 39 derajat celcius atau bila timbul gejala lain, misalnya tangisan yang melengking atau tidak wajar. Hubungi dokter juga bila anda tidak berhasil menurunkan demamnya. Bila si anak tampak tidak sehat setelah di imunisasi, sampaikan hal itu ke dokter atau bidan sebelum jadwal imunisasi berikutnya. Dokter akan bisa memberi anda saran cara mengatasi setiap gejala yang bisa timbul. Bila si anak sedang demam ketika hendak di imunisasi, tundalah imunisasinya sampai si anak benar-benar sembuh.

Kejang panas pada bayi dan anak kecil

Kejang panas adalah jenis serangan kejang pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, yang dipicu oleh kenaikan mendadak suhu badan, seringkali di awal sakit demam. Selama kejang-kejang, si anak bisa:
  • Hilang kesadaran.
  • Berhenti bernafas sesaat atau bernafas dangkal, membuat kulitnya tampak membiru.
  • Mengimpol maupun buang air besar di celana.
  • Bola matanya terbalik.
Kejang panas biasanya berlangsung kurang dari 5 menit, dan walaupun membuat khawatir, seringkali tidak berbahaya. Sekitar sepertiga anak yang pernah mengalami kejang panas, mengalaminya kembali dalam waktu 6 bulan. Kebanyakan penderitanya tidak mengalaminya lagi setelah berusia 5 tahun. Kejang panas jarang merupakan indikasi epilepsi di kemudian hari.

Kejang panas bisa dihindari dengan menahan temperatur anak tetap rendah (lihat disini). Bila seorang anak mengalami kejang panas, lepaskan pakaiannya yang berlebihan, redakanlah demamnya dengan mengusapkan busa yang dibahasi air suam-suam kuku., dan sediakan benda-benda empuk, misalnya bantal, disekitarnya agar tidak terbentur.

Setelah kejang-kejangnya berlalu, baringkan si anak pada posisi pemulihan. Ia akan segera tertidur sejenank. Hubungi dokter bila anak anda mengalami kejang-kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit dan segeralah bawa anak anda ke rumah sakit.

Demikianlah artikel Demam Pada Bayi, Periksakan ke dokter bila belum terdiagnosa dalam artikel ini. Terima kasih semoga bermanfaat.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama