Masalah Di Mulut Anak

Masalah di mulut anak.

Masalah di mulut anak, silahkan ikuti artikel ini bila anak anda mengeluhkan sakit di mulutnya atau ada lecet di mulut, lidah, ataupun bibirnya. Karena dinding dalam mulut dan kulit bibir bisa sangat tipis dan lembut, daerah tersebut sangat rawan terhadap cedera ringan dan infeksi. Anak-anak kecil sering terkena infeksi di mulut dan bibir karena mereka cenderung memasukan segala sesuatu ke mulut. Alergi bisa menyebabkan mulut atau lidah bengkak, yang bisa bersifat serius.

Untuk masalah-masalah yang khusus berkaitan dengan gigi, lihat artikel MASALAH GIGI.

Apakah lecetnya seperti lepuh kecil?
Si anak mungkin mengalami 'cold sore' yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex sebelumnya. Setelah infeksi pertama, virus herpes bisa tidur selama beberapa bulan atau tahun, dan bisa aktif kembali bila terpicu oleh hawa dingin atau terpapar pada terik matahari. 'Cold sore' biasanya akan hilang sendiri. Namun, krim antivirus yang dijual bebas bisa mempercepat prosesnya bisa diberikan pada saat gejalanya baru mulai muncul. Agar tidak menulari orang lain, ingatkan si anak agar tidak mencium orang lain saat lepuhnya masih ada.

Apakah di lecet itu terdapat kerak berwarna madu?
BAWA KE DOKTER DALAM 24 JAM! Impetigo, suatu infeksi bakteri di kulit yang biasa menyerang sekitar mulut, adalah sebuah kemungkinan. Dokter akan menyarankan membersihkan kerak itu dengan kapas di basahi air hangat. Dokter juga bisa meresepkan krim antibiotika untuk dioleskan di bagian yang terkena, atau tablet antibiotika. Sampai infeksinya hilang, si anak harus memakai handuk dan peralatan mandi terpisah untuk mencegah penularan infeksi. Jauhkan si anak dari anak lain karena impetigo bisa menular.

Apakah bibir dan kulit di sekitarnya merah dan pecah?
Ini mungkin eksema mulut, ruam di sekitar mulut dan bibir disebabkan oleh ludah karena keseringan menjilat bibir atau menghisap ibu jari. Dua kali sehari selama beberapa hari, oleskan tipis krim kortikosteroid ke kulit di sekitar bibir untuk mengurangi peradangan, kemudian gunakan jelly kosmetik pelindung kulit. Sebaiknya si anak diajari menghentikan kebiasaan yang menyebabkan kondisi ini dengan lebih memperhatikan kebiasaan itu ketika sedang melakukannya. Namun, memarahi si anak tentang kebiasaan itu bisa memperburuk keadaan.

Apakah gusinya berdarah ketika si anak menggosok gigi?
Jika iya, mungkin si anak terkena penyakit gusi ginggivitis, yaitu suatu kondisi dimana gusi menjadi merah membengkak. Ginggivitis biasanya timbul akibat kesehatan mulut yang buruk. Periksakan ke dokter gigi. Dokter gigi mungkin akan menggeruk dan memoles gigi si anak dan memberi saran-saran pemeliharaan kesehatan mulut dan gigi anak. Bila sakitnya parah, dokter gigi mungkin akan meresepkan antibiotika.
Jika tidak, tumbuh gigi bisa menimbulkan bengkak merah di gusi (lihat TUMBUH GIGI). Beri si bayi cincin karet khusus untuk digigit-gigit. Gel pengoles gusi yang dijual bebas juga akan bisa menolong. Berikan obat pereda nyeri pada dosis sesuai anjuran, bila perlu.

Adakah busa kuning atau bercak putih di dalam mulut atau di lidah si anak?
BAWA KE DOKTER DALAM 24 JAM! Jamur mulut, suatu infeksi jamur, adalah sebuah kemungkinan. Kondisi ini paling banyak terjadi pada bayi atau anak-anak yang kekebalan tubuhnya menurun oleh penyakit atau pemakaian obat tertentu. Dokter akan meresepkan gel atau tablet sesap antijamur untuk mengatasi infeksinya. Untuk mencegah terinfeksi lagi, sterilkan dot, karet gigitan, dan mainan yang biasa dipakai si anak.

Apakah juga ada lepuh di telapak tangan serta kaki si anak?
Mungkin si anak terserang penyakit mulut, tangan, dan kaki, suatu infeksi ringan yang disebabkan virus. Lepuh di tangan dan kaki sering muncul sekitar 48 jam setelah yang di mulut. Periksakan ke dokter. Tak ada pengobatan khusus untuk kondisi ini. Bila lepuhnya pecah dan membentuk tukak, ajari si anak untuk mencuci mulutnya dengan larutan soda bikarbonat. Berikan peredanyeri sesuai dosis yang dianjurkan, bila perlu (lihat MEREDAKAN MULUT PERIH di bagian bawah artikel ini). Buatlah si anak agar banyak minum (lihat MENDORONG ANAK AGAR MINUM).

Apakah si anak juga demam dan atau tampak lesu?
Jika Iya, BAWA KE DOKTER DALAM 24 JAM! Kemungkinan besar penyebabnya adalah virus herpes simplex, yang menyebabkan 'cold sore'. Ketika terkena infeksi ini untuk pertama kalinya, bayi atau anak-anak akan tampak lesu dan mulut terasa perih. Gejala yang sama bisa terjadi karena virus atau, pada beberapa kasus, sebuah obat resep. Bila mulut seoarang anak sedemikian sakitnya sehingga dia tidak bisa minum, mungkin dokter akan menyarankan rawat inap di rumah sakit. Pada kasus yang lebih ringan, dokter akan menyarankan beberapa tindakan sendiri (lihat MEREDAKAN MULUT PERIH di bagian artikel di bawah ini). Bila diduga karena obat resep, maka dokter akan menghentikan pemakaiannya.
Jika Tidak, Mungkin ini karena sariawan. Hal ini sering timbul tanpa penyebab jelas jamun cenderung kambuh di saat stres atau terkena cedera ringan misalnya di saat menggosok gigi. Sariawan bisa sangat nyeri namun tidak berbahaya. Berkumur dengan larutan bikarbonat akan bisa meredakan nyerinya (lihat MEREDAKAN MULUT PERIH di bagian artikel di bawah ini). Banyak obat bebas yang bisa meredakan nyerinya serta membantu penyembuhan sariawan. Bila ada sariawan yang tidak sembuh dalam 10 hari atau bila timbul beberapa sariawan sekaligus, periksakanlah ke dokter.

Adakah bagian yang perih di bagian dalam pipi atau di sisi lidah si anak?
Gigi baru maupun gigi yang bergerigi, bisa menimbulkan sakit di pipi atau mulut. Lakukan sendiri untuk meredakan nyerinya. Bila sakitnya menetap atau karena ada gigi yang bergerigi, bawalah ke dokter gigi, yang akan bisa memperhalus ujung gigi yang tajam.

Mulut bayi terkena sariawan.

Tindakan sendiri meredakan mulut perih

Beberapa tindakan berikut bisa membantu meredakan sakit atau perih di mulut :

  • Bila perlu, berilah si anak pereda nyeri dengan dosis sesuai, misalnya parasetamol.
  • Bila si anak cukup besar dan bisa bekerjasama, ajaklah dia berkumur setiap jam dengan 1/4 sendok teh soda bikarbonat dilarutkan dalam 100 ml air hangat.
  • Tawarkan makanan yang lunak, misalnya es krim.
  • Berikan minum dengan sedotan, agar cairan tidak mengenai yang perih.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam, misalnya jeruk atau jus buah.
  • Usahakan tetap menyikan gigi si anak 2 kali sehari, namun berhati-hatilah di sekitar daerah yang sakit.
Demikianlah artikel Masalah di mulut anak, periksakan ke dokter bila belum terdiagnosa dalam artikel ini. Terima Kasih, semoga bermanfaat.

Oleh:
Dr.Tony Smith & Dr.Sue Davidson

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama