Masalah Pada Gigi Anak

Masalah Pada Gigi Anak.

Kali ini darinetizen.com akan membahas tentang Masalah Pada Gigi Anak. Gigi anak selalu terancam keropok. Menggosok gigi secara teratur akan membantu mencegah keropok, yang bila tidak dirawat bisa menyebar ke bagian dalam gigi dan menyebabkan kerusakan serius. Seorang anak perlu menjalani pemeriksaan gigi secara teratur dari sejak usia sekitar 3 tahun. Bila gejala keropok, misalnya sakit gigi, timbul di sela jadwal pemeriksaan gigi, bawalah ke dokter gigi. Pada anak kecil, sakit gigi bisa terjadi karena tumbuh gigi, yangg biasanya tidak perlu dicemaskan. Bila si anak mengalami sakit gigi atau mengalami kecelakaan yang memerlukan penanganan darurat gigi dan tidak ada dokter gigi, segeralah bawa ke unit gawat darurat.

Adakah bagian gigi yang terpukul lepas atau adakah bagian gigi yang pecah? Apakah itu gigi tetap (bukan gigi susu)?
Jika Iya, BAWA KE DOKTER SEKARANG JUGA! Bila ada pendarahan gusi, letakkan bantalan kasa di atasnya dan mintalah agar si anak menggigitnya dengan kuat. Carilah gigi yang lepas, namun jangan di apa-apakan dan jangan di cuci. Wadahi dengaan gelas dan bawalah ke dokter gigi bersama si anak. Dokter gigi mungkin bisa memasangkan kembali gigi tetap yang terlepas ke gusi. Bila ada gigi yang patah, mungkin juga masih bisa dipasangkan kembali.
Jika tidak, Pada kasus kebanyakan, sebuah gigi tetap akan timbul mengisi tempat yang kosong. Bila gigi tanggal jauh lebih dinidari normal, gigi yang lain akan bisa mengisi ruang yang ada. Hal ini bisa menjadi masalah pada saat munculnya gigi tetap.

Adakah gigi yang goyah setelah sebuah kecelakaan?
Sebuah benturan yang membuat gigi goyah, yang dibiarkan saja, akan kembali kokoh. Gigi susu akan tetap goyah atau tanggal lebih dini. Gigi tetap yang masih goyah setelah beberapa hari, perlu diperiksakan ke dokter.

Apakah si anak merasa sakit gigi yang menerus, dengan atau tanpa demam?
BAWA KE DOKTER GIGI SEKARANG JUGA! Mungkin si anak mengalami abses gigi, yaitu membentuk nanah di dalam atau sela gigi, yang disebabkan oleh infeksi. Bila karena abses gigi, dokter gigi akan meresepkan antibiotika untuk menangani infeksinya. Begitu infeksinya hilang, si anak mungkin perlu penanganan gigi lanjutan untuk mengatasi penyebab sebenarnya. Pada kasus jarang gigi mungkin perlu dicabut.

Apakah gigi si anak merasa sakit bila terpapar pada makanan panas atau dingin, dan apakah sakitnya hanya beberapa detik?
Jika Iya, Gigi bisa menjadi peka terhadap perubahan temperatur yang besar bila permukaannya menipis atau rusak. Hal ini mungkin karena gigi keropok. Periksakanlah ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa gigi si anak dan menangani semua keropok yang ada. Bila tidak ditemukan adanya ketidakwajaran, dokter akan menyarankan memakai pasta gigi khusus untuk gigi peka dan mengoleskan sedikit ke gigi seusai menggosok gigi.
Jika tidak, Mungkin ada keropok di dalam gigi atau ada gigi yang retak. Hal ini semakin mungkin bila ia juga merasakan sakit berdenyut yang tidak disebabkan oleh makanan atau minuman. Dokter gigi akan memeriksa gigi si anak dan mungkin perlu membuang atau menambal bagian yang keropok.

Apakah si anak merasa sakit bila menggigit dengan didinya yang baru saja ditambal?
Cukup wajar bila sebuah gigi terasa tidak nyaman sementara setelah ditambal, terutama bila tambalannya besar. Bila sakitnya semakin nyeri atau bila tidak membaik dalam 48 jam, periksakan lagi ke dokter gigi, yang akan memeriksa tamabalannya dan memperbaikinya bila perlu.

Apakah si anak merasa sakit pada beberapa gigi di rahang atas?
Sakit pada beberapa gigi bisa merupakan gejala sinusitis (radang pada selaput penyekat rongga-rongga di tengkorak) terutama bila si anak baru sembuh dari pilek atau hidung berlendir atau mampet. Anak-anak usia di bawah 8 tahun jarang terserang karena sinus mereka belum terbentuk. Berikan parasetamol untuk meredakan nyerinya. Menghirup uap mungkin bisa mennolong. Konsultasikan ke dokter bila gejalanya tidak membaik dalam 48 jam, karena mungkin si anak memerlukan pengobatan antibiotika.

Adakah gusi meradang di balik gigi yang sakit?
Gigi geraham kedua si anak mungkin sedang tumbuh. Gusi bisa menjadi agak meradang ketika gigi mulai menyembul, namun biasanya hanya berlangsung singkat. Bila perlu berikan pereda nyeri, misalnya parasetamol, dengan dosis sesuai anjuran kemasan. Periksakan ke dokter gigi bila sakitnya tidak membaik dalam 48 jam.

Tindakan sendiri merawat gigi dan gusi anak

Kandungan gula dalam makanan adalah penyebab utama gigi keropok. Memperkecil jumlah makanan bergula yang dimakan anak adalah langkah terpenting untuk menjaga kesehatan gigi si anak. Batasi juga minuman limun, termasuk minuman diet, karena asam di semua limun juga merusak gigi. Flourida adalah mineral alami yang meningkatkan ketahanan gigi terhadap serangan asam. Sehingga memperkecil resiko keropok. Di beberapa daerah, flourida sudah ditambahkan di dalam pasokan air minum. Bila jumlah flourida di dalam air minum anda rendah, pastikan agar anak memakai pasta gigi yang mengandung flourida dan mintalah suplemen flourida ke dokter gigi anda. Ajari setiap anak cara menggosok gigi dengan benar (lihat MERAWAT GIGI DAN GUSI). Gosoklah gigi mereka atau awasi mereka sampai bisa menggosok gigi sendiri.

Tumbuh Gigi

Tumbuhnya sebuah gigi, terutama geraham bisa tidak nyaman dan bisa membuat seorang anak menjadi rewel dan gelisah. Mungkin anda bisa merasa gigi yang tumbuh itu dengan meraba gusinya. Seorang bayi bisa memerah pipinya, kurang selera makan, serta kurang tidur, di saat tumbuh gigi. Namun jangan timpakan gejala lain, misalnya demam atau diare, sebagai gejala tumbuh gigi. Bayi yang sedang tumbuh gigi tampak suka mengulum benda-benda keras dan dingin, misalnya karet gigitan yang didinginkan atau wortel mentah. Gel pemati rasa yang dijual bebas akan bisa meredakan bila dioleskan di gusi yang bersangkutan. Pereda nyeri dengan dosis sesuai anjuran juga bisa diberikan, bila perlu.

Demikianlah artikel Masalah Pada Gigi Anak, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih.

Oleh:
Dr.Tony Smith & Dr.Sue Davidson

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama