Memahami Cara Kerja Tubuh

Memahami cara kerja tubuh anda dan bagaimana merawat diri sendiri adalah sangat penting bila kita ingin sehat. Bagian ini diawali dengan menjelaskan struktur dan fungsi berbagai sistem utama tubuh manusia. Mari kita simak penjelasan dibawah ini. 

Kerangka

Kerangka bertugas membentuk, menopang, dan melindungi tubuh. Terdiri dari 260 tulang, ditambah dengan tulang tulang rawan (sejenis bahan berserat dan ulet). Kerangka aksial tengkorak, tulang punggung, dan tulang rusuk terdiri dari 80 tulang dan melindungi otak, saraf tulang punggung, jantung, dan paru-paru. Kerangka apendikular memiliki 126 tulang terdiri dari tulang-tulang anggota tubuh, selangka, belikat, serta tulang tulang panggul. Seluruh tulang adalah jaringan hidup dengan sel-sel yang senantiasa memperbarui tulang tua dengan bahan baru. Tulang mengandung material lemak empuk atau sumsum yang dikelilingi oleh tulang keropos, yang juga dikelilingi oleh tulang yang lebih pada titik sumsum di tulang punggung, tengkorak, rusuk, dan tulang panggul bertugas memproduksi sel-sel darah. 

Jenis-jenis sendi

Sendi terbentuk di pertemuan dua atau lebih tulang titik berbagai jenis sendi memungkinkan adanya berbagai tingkat gerakan titik beberapa sendi, seperti pada tengkorak adalah sendi tetap titik sendi-sendi yang semi bergerak, seperti pada tulang punggung, memberikan stabilitas dan fleksibilitas. Kebanyakan sendi yaitu sendi sendi synovial bergerak bebas. Jenis-jenis utama sendi synovial, serta bidang geraknya, adalah seperti pada gambar berikut. 

Tulang belakang

Tulang belakang, juga disebut kolom vertebral, menjaga posisi tubuh tetap gerak, menopang kepala, serta menutup dan melindungi saraf tulang punggung terdiri dari 33 tulang yang disebut vertebrae. Sendi dan cakram terbuat dari bahan berserat diantara kebanyakan vertebrae membuat tulang belakang bisa fleksibel, sedangkan ligamen dan otot menstabilkannya serta mengendalikan gerakan.

Otot

Otot adalah ikatan jaringan berserat yang menggerakkan tubuh, menjaga postur, serta fungsi kan organ-organ dalam, seperti Jantung, ginjal dan kandung kemih. Fungsi fungsi itu dilakukan oleh tiga jenis otot, di mana otot kerangka merupakan bagian yang terbanyak. Otot dikendalikan dengan sinyal dari sistem saraf. Otot kerangka bisa dikendalikan secara sadar, sedangkan otot lain bekerja otomatis. Kebanyakan otot kerangka menghubungkan dua tulang yang berdekatan. Satu ujung otot terikat dengan benang lentur jaringan serat yang disebut tendon, sedang ujung yang lain terikat dengan sebuah tendon atau selembar jaringan yang berhubungan. Otot kerangka tidak hanya menggerakkan bagian tubuh, Ia juga membantu menjaga postur di saat kita berdiri, duduk, atau terbaring. Nama beberapa otot menunjukkan fungsi mereka. Ekstensor untuk meluruskan sendi, fleksor menekuk sendi, aduktor menggerakkan anggota ke arah tubuh, abduktor menggerakkan anggota tubuh menjauhi tubuh, serta erektor untuk menegakkan atau menahan bagian tubuh.

Jenis-jenis otot

Tiga jenis otot adalah otot kerangka, yang menutup dan menggerakkan kerangka, otot jantung, yang membentuk dinding jantung serta otot otot halus seperti pada dinding saluran pencernaan, pembuluh darah, serta saluran saluran genital dan kemih. Setiap jenis otot memiliki fungsi berbeda dan terdiri dari serat berbentuk tertentu.

Otot kerangka, yang menggerakkan anggota dan tubuh, tersusun dari serat-serat paralel panjang dan kuat. Jenis otot ini bisa berkontraksi dengan cepat dan bertenaga, namun hanya bisa bekerja pada kekuatan maksimum hanya dalam periode singkat. Otot jantung yang memompa darah keseluruh tubuh, tersusun dari serat-serat pendak bercabang yang saling berkaitan membentuk jaringan di dalam dinding jantung titik otot jenis ini bisa bekerja terus-menerus tanpa lelah. Otot-otot halus yang bertugas menggerakkan makanan di sepanjang saluran pencernaan, tersusun dari serat-serat pendek berbentuk jarum yang saling terhubung membentuk lembaran dan bisa bekerja untuk waktu panjang.

Cara kerja otot

Gerakan terjadi ketika sinyal dari sistem saraf membuat otot berkontraksi. Gerak sadar dihasilkan dari interaksi otot tulang, dan sendi umumnya otot menghubungkan sebuah tulang pada tulang lain dengan melintasi sebuah sendi titik ketika otot berkontraksi, ia menarik tulang dan menggerakkannya. Banyak otot yang berpasangan, di dua sisi sebuah sendi dan menghasilkan gerak yang berlawanan. Misalnya, di lengan atas, kontraksi otot triseps Untuk meluruskan lengan dan kontraksi biseps untuk melipat lengan. 

Sistem kardiovaskuler

Sistem kardiovaskuler berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh membawa oksigen dan gizi ke semua jaringan tubuh dan mengangkut semua zat buangan. Jantung adalah organ berongga yang berotot dan memompa semua darah sekitar 5 liter ke seluruh tubuh sekitar 1 putaran per menit atau lebih cepat di saat berolahraga. Darah mengalir melalui jaringan pembuluh yang mencapai semua bagian tubuh. Arteri membawa darah dari jantung ke pembuluh pembuluh yang lebih kecil, lalu ke kapiler-kapiler, dan kemudian berbalik memasuki jaringan Vena yang membawa darah kembali ke jantung.

Pembuluh darah arteri dan vena

Pembuluh arteri berdinding tebal, berotot, dan elastis untuk menahan tingginya tekanan darah yang dipompa dari jantung. Vena yang membawa kembali darah ke jantung, berdinding lebih tipis dan mudah tegang, memungkinkannya mengembang dan membawa darah berjumlah besar saat tubuh sedang beristirahat, dinding dalam pada banyak Vena mempunyai lipatan yang berperan sebagai katup searah untuk mencegah darah bergerak ke arah ke arah yang salah.

Struktur jantung

Jantung adalah sebuah pompa dua arah yang terutama tersusun dari otot yang disebut myocardium. Di setiap sisi, darah mengalir melalui Vena ke dalam sebuah serambi atas atau Atrium, lalu ke bilik bawah atau ventrikel, yang memompa darah ke arteri. Aliran darah dalam bilik bilik itu dikontrol dengan katup searah. Sisi kanan jantung memompa darah ke Arteri pulmonari dan lalu ke paru-paru, sedangkan bagian kiri memompa darah ke dalam aorta dan mengelilingi tubuh.

Peredaran darah

Jantung memompa darah ke dua sirkuit yang saling berkait: pulmonary(paruh) dan sistem tubuh. Sirkuit pulmonari membawa darah tak beroksigen ke paru-paru, tempat yang menyerap oksigen dan melepas karbondioksida (gas buangan) melalui jaringan kapiler, lalu darah beroksigen dibawa kembali ke jantung. Sirkuit sistem tubuh membawa darah beroksigen ke semua jaringan tubuh, dimana ia melepas oksigen dan zat-zat gizi melalui dinding kapiler; dan karbondioksida serta buangan lain berpindah dari jaringan ke aliran darah, lalu darah tak beroksigen itu kembali ke jantung.

Sistem Pernafasan

Pernapasan adalah proses pengambilan oksigen oleh tubuh, untuk memproduksi energi dan membuang karbondioksida, bahan buangan yang utama. Hirupan udara dari hidung atau mulut mengalir melalui trakea(saluran pernapasan atas) ke bronki(saluran pernapasan bawah), lalu ke bronkiolus( saluran lebih halus) di paru-paru. Bronkiolus berujung di kantung-kantung yang disebut alveoli, yang dikelilingi oleh pembuluh pembuluh darah. Disini oksigen memasuki darah dan karbondioksida memasuki paru-paru untuk dihembuskan keluar. Bernapas digerakkan oleh diafragma atau sebuah otot dan otot-otot interkostal. Sistem pernapasan juga mencakup faring atau tenggorokan laring atau kotak suara dan epiglotis. Tonsil dan adenoid di faring berperan membantu melawan infeksi titik laring mengandung benang-benang suara, yang bergetar untuk menghasilkan suara. Epiglotis menyeka trakea di saat menelan.

Cara kerja pernapasan

Bernapas adalah kegiatan tubuh menarik dan mengeluarkan udara titik aliran udara masuk dan keluar tubuh terjadi karena udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah titik untuk menarik nafas diafragma dan otot otot di sekitar rusuk berkontraksi membuat rongga dada lebih besar. Akibatnya, tekanan di paru-paru turun sampai di bawah tekanan atmosfer sehingga udara terhisap masuk ke paru-paru titik untuk menghembuskan otot-otot tersebut mengendur dan mengurangi volume paru-paru. Tekanan udara di paru-paru menjadi lebih tinggi dari atmosfer, membuat udara keluar dari paru-paru. 

Pertukaran gas dalam tubuh

Jaringan tubuh senantiasa mengambil oksigen dari darah dan melepas karbondioksida ke dalam darah. Oksigen dihirup ke dalam paru-paru dan melalui alveoli atau kantung halus memasuki pembuluh darah kapiler, di mana ia terikat oleh sebuah zat yang disebut hemoglobin di dalam sel darah merah titik Sementara itu, karbondioksida berpindah dari plasma darah atau bagian cairan dari darah ke alveolus untuk dihembuskan keluar titik pada kapiler kapiler di jaringan sel darah merah melepaskan oksigen sedangkan karbondioksida meresap ke plasma.


Demikianlah artikel Memahami Cara Kerja Tubuh, untuk penjelasan lebih lanjut silahkan anda simak selalu update darinetizen.com.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama