Monyet Liar Masuk Perkampungan, Warga Maleber Ciamis Resah

Monyet liar yang memasuki perkampungan warga di Kedung Panjang, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat membuat geger warga setempat.

Kejadian ini membuat sebagian warga resah, karena mereka takut monyet tersebut akan melukai warga dan anak-anak di perkampungan tersebut.

Awalnya warga melihat ada satu ekor monyet dengan ukuran yang sangat besar, kira-kira sebesar anak berumur 2 tahun. Monyet tersebut berada di atap sebuah minimarket, kemudian warga mengusirnya dan monyet tersebut lari ke arah sungai cileueur.

“Awal kejadiannya hari Sabtu (12/6/2021). Saat itu pegawai minimarket terganggu dengan suara di atap bangunan. Ia kira kucing, namun pas melihat ternyata monyet,” katanya Selasa (15/6/2021).

Bukan hanya hari itu saja, Opik melanjutkan, bahwa hari selanjutnya monyet tersebut datang lagi ke pemukiman warga, malah akan masuk rumah. Namun, keburu kepergok warga.

“Iya datang lagi, tapi monyetnya berbeda tempat dari yang awal ditemukan. Ini mah monyetnya tidak terlalu besar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kemarin Senin (15/6/2021), monyet liar tersebut juga datang lagi ke pemukiman warga. Resah akan kehadiran monyet tersebut, Taufik langsung melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA Wilayah III Ciamis.

“Kalau saya perkirakan sih ada 4 ekor. Dari mulai yang awal besar kemudian yang kecil-kecil,” ucapnya.

Opik pun tidak mengetahui betul, apakah monyet tersebut peliharaan warga atau mungkin liar. Akan tetapi, yang jelas di daerahnya tidak ada warga yang memelihara hewan tersebut.

“Kalau dulu memang ada yang memelihara, tapi waktu itu mati karena tersengat listrik. Tapi, kalau yang sekarang saya kira monyet liar. Pasalnya, sungai Cileueur itu kondisinya memang masih seperti hutan,” tuturnya.

Taufik berharap kepada BKSDA wilayah III Ciamis, agar bisa menangkap monyet tersebut dan mengamankannya, sebelum mengganggu masyarakat setempat.

“Kami juga resah, karena kelihatannya galak. Mudah-mudahan saja monyet liat itu bisa segera ditangkap semuanya, dan dikembalikan ke habitat asalnya,” pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama