6 Mitos Larangan Pernikahan dalam Adat Jawa, dari Weton Hingga Letak Rumah. Hmm, Percaya?


Dari Pertemuan untuk memastikan tanggal yang baik umumnya masih dicoba pasangan-pasangan yang hendak menikah yang masih mempercayai mitos-mitos dalam tradisi. Alasannya, bila bertepatan pada yang direncanakan tidak sesuai, terdapat perihal yang ditakutkan semacam rumah tangga yang tidak langgeng. Tidak cuma dalam perkara perkawinan saja, nyatanya terdapat sebagian yang mesti dicermati dikala hendak melakukan perkawinan tercantum larangan- larangannya.

Saat sebelum yakin banget buat sungguh-sungguh dengan pendamping, baiknya kamu perhatikan dahulu sebagian larangan yang dikutip dari Mahligai serta sebagian sumber yang lain ini. Ikuti hingga habis ya!

1. Dikala memastikan bertepatan pada umumnya bulan Suro ataupun Muharram jadi bulan yang dihindari buat langsungkan pernikahan

Bulan ini hendaknya dihindari sebab dipercaya selaku bulan yang keramat. Konon pada bulan ini Nyai Roro Kidul tengah menggelar hajatan sehingga warga dilarang menyelenggarakan acara pula bila tidak mau terserang kesialan.

2. Perkawinan yang dicoba antara anak pertama serta ketiga ataupun biasa diucap jilu( siji karo telu) pula dilarang dalam budaya Jawa

Bila kalian ialah anak awal serta pasanganmu anak ketiga ataupun kebalikannya plus orang tua kamu masih yakin dengan tradisi Jawa kayaknya kamu wajib berjuang lebih. Perihal ini diakibatkan terdapatnya mitos yang melarang anak awal serta ketiga menikah sebab hendak memunculkan kesialan semacam tidak akur, berpisah, sampai ditinggal mati.

3. Tidak hanya jilu, perkawinan siji jejer telu( satu berjejer 3) pula dinilai tidak baik untuk tradisi perkawinan Jawa

Siji jejer telu yang merupakan bila kalian, pendamping, serta salah satu dari orang tuamu ialah anak pertama semua. Perihal ini dinilai tidak baik serta bila nekat dilaksanakan hingga hendak mendatangkan malapetaka untuk rumah tangga pendamping kamu nantinya.

4. Rumah pacar kalian jaraknya hanya 5 langkah? Coba cek dahulu rumah kamu berhadapan ataupun tidak. Jangan- jangan dilarang pula.

Bila kalian serta pendamping mempunyai rumah yang berhadapan, kalian butuh legowo sebab di tradisi Jawa nyatanya rumah yang berhadapan terlebih bila bertetangga hingga perkawinan kamu hendak jadi serba kekurangan bila senantiasa dipaksakan.

5. Weton ialah perihal yang sangat berarti buat bermacam perhitungan di Jawa, salah satunya buat perkawinan juga

Saat sebelum membagikan restu, umumnya wetonmu serta pendamping hendak dihitung serta dicocokkan. Nyatanya terdapat sebagian weton yang dinilai tidak sesuai bila menikah. Bila nyatanya secara weton kamu tidak sesuai, perkawinan terpaksa dibatalkan bila tidak mau dikunjungi kesialan.

6. Bila rumah pasanganmu dekat dengan rumah kakak ataupun adik iparmu, sayang sekali kamu kayaknya hendak terhalang mitos pula!

Bisa jadi kalian dahulu berjumpa pendamping sebab kerap mendatangi rumah kakak ipar ataupun adik iparmu. Tetapi, nyatanya bila kalian menikah dengannya yang tinggal sekampung dengan kerabat, bagi keyakinan hendak terdapat salah satu orang tua yang wafat dunia.

Hal- hal tersebut bisa jadi tidak seluruhnya dipercaya, tetapi nyatanya banyak pula lo kisah- kisah viral yang menggambarkan permasalahan penolakan dari orang tua pendamping yang masih mempercayai mitos ini, entah sebab weton, anak ke berapa sampai sebab posisi rumah. Jika kalian, masih yakin mitos begini pula tidak? 

Okay thanks sudah mampir dan membaca sampai habis, cek juga artikel-artikel menarik dibawah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama