Krisdayanti Berani Ungkap Gaji DPR, Formappi: Angka itu Bikin Kita dan Masyarakat Kejang

Krisdayanti Berani Ungkap Gaji DPR, Formappi: Angka itu Bikin Kita dan Masyarakat Kejang



Pengakuan Krisdayanti soal besaran pendapatan, tunjangan serta dana reses seseorang anggota DPR buat kaget. 

Pengakuan Krisdayanti( KD) soal besaran pendapatan, tunjangan serta dana reses seseorang anggota DPR membuat kaget Forum Warga Hirau Parlemen Indonesia( Formappi). Karena, pengakuan ibunda Aurel Hermansyah itu ialah perihal yang sangat jarang.

Hingga itu, Formappi mengapresiasi keberanian KD menguak perihal itu ke publik dalam suatu kanal Youtube.“ Sebab sepanjang ini sangat susah menanggapi, jawaban otomatis kala ditanya kepada anggota DPR berapa pendapatan serta tunjangan tentu muter- muter jawabannya, sembari menyembunyikan angkanya,” kata Manajer Studi Formappi Lucius Karus dalam Polemik Trijaya FM yang berjudul“ Pendapatan serta Kinerja Wakil Rakyat yang Terhormat” secara daring, Sabtu( 18/ 9/ 2021).

Lucius memandang, seluruh kaget dikala KD menguak itu. Namun bukan sebab baru mengenali jumlahnya yang lumayan fantastis serta apa saja peruntukkannya, melainkan sebab besarnya pemasukan seseorang anggota DPR ini tidak berkorelasi positif terhadap kinerja DPR.

“ Namun aku kira angka itu membuat kita terkaget- kaget serta kejang, malah dengan anggaran sebesar itu, dengan tunjangan sebesar itu kita tidak memandang tidak terdapat efeknya pada kinerja DPR,” ucapnya.

Misalnya, Lucius mencontohkan, berdialog anggaran Rp400 juta buat penyerapan aspirasi ataupun apapun istilahnya, pasti dalam konteks gimana anggota DPR melaksanakan penyerapan aspirasi dari dapilnya itu. Namun, seberapa banyak kebijakan yang lahir di DPR ini bersumber pada aspirasi warga.

“ Kita amati seberapa setelah itu kebijakan di DPR lahir dari perjuangan aspirasi yang dicoba anggota, bisa jadi dengan hitungan jari tidak hendak lumayan buat menghitung aspirasi yang tidak teraktualisasikan lewat kebijakan- kebijakan DPR,” kritik Lucius.

Oleh sebab itu, bagi Lucius, normal jika setelah itu warga kaget dikala ketahui angkanya yang begitu besar. Dengan angka yang begitu besar, tidak sempat setelah itu terwujud lewat hasil kerja yang optimal. Butuh pula jadi catatan yang belum di informasikan menimpa pelaporan tunjangan- tunjangan anggota DPR yang dicairkan dalam mekanisme lumpsum.

“ Anggaran itu gelondongan diterima pada anggota kemudian hendak dilaporkan, namun bukan laporan itu yang diberikan buat pencairan dana reses begitunya, tetapi laporan aktivitas yang dilaporkan oleh anggota buat reses selanjutnya jadi alibi buat pencairan reses selanjutnya,” terangnya.

Sehingga, kata ia, pertanggungjawaban dana reses jadi tidak berarti, sebab cuma usulan program selanjutnya yang membuat dana reses hendak cair. Dengan begitu, susah sekali buat mempertanggungjawabkan apakah betul dana reses dipergunakan buat penyerapan warga.

Kenyataannya, anggaran itu ditransfer lewat rekening individu, dicairkan dengan mekansime lumpsum, serta tidak terdapat pertanggungjawaban yang rigid serta membuka ruang untuk penyalahgunaan dana reses serta serap aspirasi itu. Terlebih, Lucius meningkatkan, kenyataannya kalau terdapat anggota DPR yang tidak sempat turun ke dapil.

Lalu gimana dengan pertanggungjawabannya dengan dana tersebut. Meksipun, dia meyakini masih terdapat anggota DPR yang sungguh- sungguh jadi wakil rakyat, serta terdapat pula yang tidak. Namun butuh diingat kalau DPR dikaruniai oleh 3 guna, contoh guna legislasi yang sepanjang 2 tahun terakhir ini baru 4 Rancangan Undang- Undang( RUU) prioritas yang sukses disahkan. Walaupun DPR banyak mangulas RUU, tetapi yang dinilai itu hasil UU- nya.

“ Bisa jadi DPR memanglah bekerja tiap hari, tetapi tidak setelah itu jadi alibi membetulkan hasil kerja mereka cuma 4 RUU prioritas dalam 2 tahun, yang begini- begini yang membuat kita merasa DPR yang menyembunyikan dalam ciri petik tunjangan yang mereka terima sepanjang ini bukan tanpa alibi, mereka terlihat bisa jadi memiliki rasa malu buat mengantarkan secara lantang kepada publik kala setelah itu ketahui kinerjanya,” sesal Lucius. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama