Merasa Tidak Meminjam Tapi Kok Ditagih Pinjol? Lakukan Ini!

Bisnis pinjaman online (pinjol) kian banyak ditemui, dan konon cara mengurusnya kalau ingin meminjam tergolong mudah dan cepat. Karenanya, tidak heran hal ini bisa jadi 'penyelamat' instan bagi yang merasa sudah terpepet ekonomi.

Namun, seperti yang sudah kita dengar, Beauties, 'drama pinjol' ini malah citranya cenderung buruk! Mungkin kamu salah satu orang yang pernah mendapat pesan, baik lewat SMS atau WhatsApp dari nomor tak dikenal, yang menginfokan kalau teman atau kerabat kamu lagi menunggak bayarnya.

Terbayang langsung oleh kita, bagaimana kalau pesan ini menyebar cepat, terlebih ke orang kantor juga keluarga besar? Merasa malu banget sudah pasti.

Namun sekarang, fenomenanya dikabarkan juga kalau pinjol bisa menagih hutang padahal kamu merasa nggak pernah meminjam sebelumnya. Kok bisa? 

Ditagih Pinjol Padahal Tidak Meminjam?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat unggahan resmi pada akun Instagramnya, memastikan bahwa hal ini tidak sah. Begitu juga kalau kamu pernah menerima tawaran pinjol lewat SMS atau WA lho, Beauties.

"Sobat OJK, pernah ditagih pinjol padahal tidak meminjam? Bisa dipastikan Ilegal. Hati-hati dengan modus penipuan pinjol ilegal ya!," tulisnya.

Ya Beauties, saat ini dikabarkan maraknya pinjol ilegal yang cukup meresahkan masyarakat. Di samping itu, kita juga perlu mengetahui fintech lending apa-apa saja yang diakui OJK.

"Ingat, fintech lending legal yang terdaftar dan berizin OJK dilarang menyampaikan penawaran melalui saluran komunikasi pribadi. Cek legalitasnya ke Kontak OJK 157 @kontak157, melalui telepon 157, WA 081 157 157 157, atau cek daftarnya di bit.ly/daftarfintechlendingOJK.," tulis OJK.

Langkah selanjutnya, kamu bisa memblokir dan mengabaikan kontak penagih. Bila penagih mengancam, kamu bisa segera melaporkannya ke kepolisian terdekat.

Selalu Jaga Data Pribadi

Pentingnya menjaga keamanan data pribadi supaya tidak disalahgunakan.

Kiat yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir menerima pesan pinjol ini adalah dengan tetap menjaga keamanan data pribadi. Bila ada suatu urusan yang mengharuskan kamu meng-upload KTP misalnya, kamu bisa memberikan watermark agar lebih aman. Caranya bisa dilihat di sini.

Selain itu, pastikan untuk tidak pernah mengklik link yang dikirim lewat SMS, WA, Email, atau sarana komunikasi lain yang sumbernya tidak jelas.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama