MIRIS! Nasib Dosen Yang Melakukan Penyalahgunaan Kekuasaan Pada Mahasiswanya

Selaku mahluk sosial pasti manusia hendak berhubungan antara satu dengan yang lain. Tetapi, akhir- akhir ini terdapat yang menarik di dunia maya terpaut dengan" Abuse of Power”( penyalahgunaan kekuasaan).

Peristiwa dosen yang" Abuse of Power" terhadap mahasiswa di media sosial, berawal dari komunikasi antara dosen dengan seseorang mahasiswa di group Whatsapp. Lantaran mahasiswa tersebut membagikan emoticon jempol, sampai membuat si dosen jengkel serta merasa tersinggung sampai menyebabkan mahasiswa tersebut akhir- nya di keluarkan dari group Whatsapp.

Menjawab perihal tersebut, Rousyati sebagai Dosen Universitas BSI( Bina Fasilitas Informatika) memandangabuse of power ialah aksi penyalahgunaan kekuasaan yang dicoba oleh seseorang dosen kepada mahasiswa.


Dia menuturkan kalau, abuse of power ialah aksi yang dicoba buat kepentingan tertentu serta bisa menyebabkan kerugian untuk orang lain. Penyalahgunaan kekuasaan yang diartikan tidak cuma tentang pejabat yang melaksanakan aksi korupsi, tetapi pula dalam perihal seorang dengan jabatan apa juga yang berperan semau hati, sewenang- wenang yang dapat menyebabkan kerugian terhadap orang lain.

Kemudian katanya, menyikapi abuse of power, sepatutnya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik antara dosen serta mahasiswa. Disatu sisi, memanglah tidak hanya wajib belajar, mahasiswa pula wajib menghormati serta beretika yang baik kepada dosen. Tetapi, sangat disayangkan bila hingga terjalin penyalahgunaan kekuasaan oleh seseorang dosen kepada mahasiswa.


“ Aku yang dikala ini selaku dosen juga tidak membetulkan sikap dosen tersebut apablia memanglah terjalin. Tugas mahasiswa memanglah wajib menghormati, berperilaku sopan serta memiliki attitude yang baik terhadap dosen. Tetapi perihal yang dicoba dosen tersebut salah, dosen dapat berbicara dengan baik terhadap mahasiswanya. Sepanjang aku mengajar tidak sempat menyemprot mahasiswa semacam itu. Itu sebabnya mahasiswa aku merespon dengan baik,” kata Rousyati.

Sedangkan itu, Shofa, mahasiswa Universitas BSI kampus Tegal memandang dosen yangabuse of power ialah aksi yang kurang baik serta tidak bawa khasiat sedikit juga dalam dunia pembelajaran. Terlebih keadaan Covid- 19, seluruh kegiatan belajar mengajar cuma dicoba secara online, pastinya kemunculan dosen yangabuse of power terhadap mahasiswa cuma membuat keadaan tambah lebih rumit.


“ Dosen di Universitas BSI memanglah luar biasa, sangat terbuka tentang modul, kesan yang diberikan membuat kita bersama belajar. Apalagi terdapat dosen, seperti sahabat kami di kelas. Rasanya pendidikan juga jadi seru.

Bukan tidak bisa jadi pula pendidikan jadi terus menjadi efisien. Mudah- mudahan dosen- dosen di Universitas BSI dapat mempertahankan ini seluruh, ditunggu hal- hal kreatif dosen Universitas BSI yang yang lain. Buat dosen Universitas BSI ku, Say Nomor to Dosen Abuse of Power, Dosen Nomor Abuse of Power Power club,” Imbuhnya.


Perihal seragam pula sampaikan oleh Luthfi, mahasiswa Universitas BSI kampus Tegal yang lain, yang memandang Dosen abuse of power tidak ubah- nya semacam dosen killer.“ Iya itu jadi mirip kaya dosen killer gitu, sepatutnya metode bicara serta perilakunya bisa dijadiin contoh buat para mahasiswanya,”

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama