Pernyataan Presiden Prancis Menghina ISLAM, Indonesia mengancam keras!

Akhir- akhir ini, isu statment Presiden Prancis, Emmanuel Macron mencuat ke publik. Statment tersebut dinilai menyudutkan agama Islam serta membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW oleh majalah satire Charlie Hebdo. Hingga, Indonesia mengancam keras terbentuknya kekerasan yang teriadi di Paris serta Niece, Prancis, yang sudah memakan korban jiwa dan mengancam keras statment Presiden Prancis yang menghina agama Islam serta sudah melukai perasaan umat Islam di segala dunia.

Dosen Fakultas Dakwah serta Ilmu Komunikasi( FDIKOM), pengampu mata kuliah Islam serta Ilmu Pengetahuan, Dokter. H. Syamsul Percaya, Meter. A., berkata, tidak terdapat alibi apapun yang membenarkan

Nabi Muhammad SAW pada kebebasan berekspresi sebab, perihal tersebut menyinggung umat Islam.

“ Reaksi yang wajib kita jalani buat menuntaskan perkara ini ialah lewat pintu diskusi, biarlah pemerintah yang menuntaskan. Tetapi, kita selaku komponen warga bisa melaksanakan aksi demonstrasi yang telah di jamin oleh Undang- undang( UU),” ucapnya.

Dia meningkatkan, kala Nabi kita dihina dalam wujud karikatur, film ataupun apapun, perihal tersebut hendak mempunyai dampak pada orang Eropa buat lebih menggali biografi Nabi Muhammad SAW, yang sejatinya mempunyai akhlak mulia serta menjadikan pertumbuhan Islam di Eropa terus menjadi hebat sebab permasalahan tersebut. Islam ialah agama yang hebat sebab mengarahkan kejelekan supaya tidak dibalas dengan kejelekan.

“ Selaku individu muslim, ayo menampilkan kalau kita merupakan muslim yang pintar, bermutu serta damai. Masing- masing orang yang beragama tentu mempunyai rasa cinta serta damai, sehingga apapun agamanya melarang buat menghina serta santun dan menghargai orang lain. Ayo kita selesaikan perkara ini dengan mengkampayekan aksi perdamaian,” tutupnya

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial serta Politik( FISIP), jurusan Ikatan Internasional( HI), Fajar Saris mengatakan, statment Presiden Prancis tersebut sangat tidak dibenarkan serta seakan- akan menantang warga muslim, sehingga normal bila warga muslim kecewa atas perilaku Emmanuel Macron yang membiarkan karikatur Nabi Muhammad SAW buat disebarluaskan.

“ Perihal itu hendak berakibat pada hilangnya eksistensi dalam menjalakan ikatan antara Prancis serta negara- negara lain. Hingga, dalam menyikapi kejadian kontroversial tersebut telah sepatutnya warga muslim bisa mengambil sisi positif dengan kokoh dalam aspek ekonomi, pembelajaran ataupun kecerdasan,” ucapnya.

Dia meningkatkan, Presiden Prancis supaya bisa melaksanakan permohonan maaf kepada warga muslim. Bila tidak, perihal tersebut hendak berakibat negatif ke bermacam aspek, semacam halnya perkara politik sokongan untuk Presiden Prancis pada Pemilihan Presiden( Pilpres) 2020. Bila Emmanuel mau menang kembali dalam Pilpres, telah sepatutnya dia merangkul seluruh masyarakat negaranya tanpa memandang agama, ras ataupun perihal apapun. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama