Upaya Indonesia Kejar Kesenjangan Distribusi Vaksin COVID-19


DariNetizen Indonesia saat ini berjuang memperkecil angka kesenjangan distribusi vaksin COVID-19 pada negara maju dan negara berkembang dengan mengangkat isu tersebut pada Sidang Majelis Umum PBB ke-76 (UNGA 76).

Selain menjadi isu utama yang diperjuangkan Indonesia sejak pandemi melanda, Menlu Retno Marsudi terus mendorong isu terkait tanggung jawab tambahannya sebagai co-chair dari COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group.

“Oleh karena itu, saya akan terus menyuarakan isu kesetaraan vaksin untuk semua negara,” kata Menlu Retno saat menyampaikan keterangan pers virtual dari New York, Amerika Serikat, Rabu.

Menteri Luar Negeri Marsudi mencatat bahwa pada awal pidato di Segmen Tingkat Tinggi Majelis Umum, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyoroti kesenjangan yang luas dalam akses ke vaksin.

Ketimpangan ini tentu akan menghambat pemulihan global dari pandemi.

Guterres menyinggung bagaimana sebagian besar negara kaya telah diimunisasi, sementara lebih dari 90 persen populasi Afrika bahkan belum menerima dosis.

Dari 5,7 miliar dosis vaksin virus corona yang didistribusikan di seluruh dunia, hanya dua persen yang didistribusikan di Afrika.

Guterres berencana mendorong global untuk memvaksinasi 70 persen populasi manusia di dunia pada paruh pertama tahun depan.


“Secara khusus Sekjen PBB menggaris bawahi pentingnya kerjasama dunia untuk memenuhi harapan masyarakat internasional,” kata Marsudi.

Sementara itu, Presiden Sidang PBB ke-76, Abdulla Shahid, menyoroti beberapa prioritas yang perlu mendapat perhatian selama kepemimpinannya, khususnya pandemi COVID-19, dan khususnya, isu-isu yang berkaitan dengan kesenjangan vaksin, perubahan iklim, gender, pemuda, dan PBB. pembaruan.

Berbeda dengan tahun lalu, yang semuanya digelar secara virtual karena pandemi, Sidang Umum PBB kali ini dilakukan dengan sistem hybrid.

Baca Juga:

Pekan Tingkat Tinggi UNGA tahun ini dijadwalkan diikuti 195 negara peserta, di mana 107 di antaranya akan ambil bagian di tingkat kepala negara, baik menghadiri maupun menyampaikan pernyataan virtual.

Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo akan menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Umum PBB ke-76 pada Rabu sore waktu New York atau Kamis pagi waktu Jakarta.

Dari negara-negara Asia Tenggara, hampir semua pemimpin akan menyampaikan pernyataannya secara virtual di Sidang Umum PBB, kecuali Presiden Vietnam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama