Penemuan Makam Anak Angkat Nyi Roro Kidul di Gua Pantai Pangandaran

Pangandaran merupakan sebuah kota kecil yang menyimpan banyak keeksotisan alam dengan menyuguhkan pemandangan pantai yang menakjubkan. Ketika berlibur kesana, banyak sekali tempat wisata yang disuguhkan dengan berbagai pesona alam yang berbeda-beda. Namun, dibalik keindahan pantai, Pangandaran memiliki banyak cerita mistis didalamnya dan salahsatunya yaitu tentang makam yang dipercaya kepunyaan anak angkat Nyi Roro Kidul. Nyiroro kidul merupakan ratu pantai selatan yang juga menghuni pantai Pangandaran. Makam itu bisa ditemukan ketika kita singgah ke kawasan Cagar Alam Pangandaran yang terletak di sisi kanan Tepi laut Barat. Makamnya berada di Gua Panggung dan itu bisa kita lihat sewaktu akan memasuki gerbang cagar alam, di mana terletak di sisi kiri jalur dari jalur utama. Setelah itu lanjut jalur dekat 100 meter dan belok ke sebelah kiri. 

Ketika masuk, kita bisa melihat langsung ada suatu gua yang terletak persis di tepi laut. Kita tidak perlu khawatir, dikarenakan ada pemandu yang senantiasa menemani perjalanan serta melindungi gua dan makam yang dipercaya kepunyaan anak angkat dari Nyi Roro Kidul, penguasa Tepi laut Selatan.

Ada yang  bercerita tentang makam di Gua Panggung tersebut dan mengatakan asal mulanya suatu tembok yang bertuliskan cerita dari makam yang misterius tersebut dan diketahui kalau makam itu adalah makam Embah Jaga, yaitu yang menjaga Lautan dan  konon merupakan anak angkat si Ratu.

Embah Jaga Lautan diberi kepercayaan untuk menjaga laut Barat di wilayah Pangandaran oleh Nyi Roro Kidul. dalam kisahnya, dia mempunyai 7 istri yang konon selalu bertengkar dan tidak pernah harmonis dengan satu dan yang lainnya. 

konon ceritanya, istri ketujuh berangkat memancing dan dia mendapatkan ikan tempel besar sesuai dengan arahan dari Nyi Roro Kidul, Embah Jaga Lautan juga memakan ikan tersebut bersama 7 istrinya. Dan pada akhirnya, ketujuh istrinya mulai hidup rukun serta tidak bertengkar lagi.

Embah Jaga Lautan berpamitan kepada istrinya untuk melaksanakan semedi di Gua Panggung dengan waktu yang tidak bisa ditentukan. Namun setelah sekian lama, para istri merasa khawatir dan pergi ke gua untuk melihat suaminya dan ternyata suaminya sudah tidak ada. Maka dari itu, para istri membuat makam di Gua Panggung buat mengenang Embah Jaga Lautan yang lenyap dan tidak diketemukan jasadnya sampai sekarang. Dinamakan Gua Panggung sebab posisinya yang sedikit menjorok ke dalam serta semacam panggung dari batu natural. 

Ketika disana, kita wajib menaiki beberapa tangga mengarah ke Gua Panggung yang jadi posisi Makam Embah Jaga Lautan. Nuansa Nyi Roro Kidul juga nampak dari makam yang ditutup oleh kain serta payung bercorak hijau. Para tokoh spiritual kerap tiba ke makam tersebut tiap malam Jumat Kliwon.

Dari cerita tersebut, kita bisa mengambil hikmahnya walaupun terlepas benar atau salahnya, akan tetapi Gua Panggung serta Makam Embah Jaga Lautan jadi salah satu atraksi wisata di Cagar Alam Pangandaran. Banyak pengunjung yang merasa penasaran ingin melihat secara langsung dan tidak sedikit juga rombongan turis yang tiba ke lokasi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama