Tol dengan Terowongan Pertama di Indonesia Mulai Beroperasi Tahun Depan

Terowongan tol cisumdawu

Departemen PUPR melaksanakan percepatan pembangunan Tol Cisumdawu. Jalan tol via terowongan yang pertama di Indonesia ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2022 mendatang. Menurut menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, akses Tol Cisumdawu sangat berarti buat daya guna operasional Lapangan terbang Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan peningkatan ekonomi kawasan Ciayu Majakuning serta Kawasan Rebana Jawa Barat. Pak menteri menghargai upaya- upaya yang sudah dicoba oleh Ditjen Bina Marga serta BUJT dalam rangka percepatan penyelesaian Tol Cisumdawu. Pak menteri juga mengatakan agar pembebasan lahan terus dilanjutkan, dan berharap tidak terdapat hambatan besar sehingga bisa berakhir periode tutup tahun ini.

Menteri PUPR melaksanakan peninjauan Tol Cisumdawu di 2 titik posisi, Interchange Cileunyi serta Lereng Dusun Bojongtotor. Tinjauan dicoba bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Investasi ( Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Perhubungan( Menhub) Budi Karya Sumadi. Interchange Cileunyi ialah salah satu bagian dari Tol Cisumdawu seksi 1 phase III yang progres pekerjaannya sudah menggapai 89, 10%. Dibentuk semenjak Mei 2021, Interchange Cileunyi dibentuk buat menghubungkan jalur Tol Cisumdawu seksi 1 dengan jalur nasional. Nantinya, seksi 1 serta seksi 2 hendak mempunyai 8 jembatan, 13 overpass serta 8 underpass.

Kepala Balai Besar Penerapan Jalur Nasional( BBPJN) DKI Jakarta- Jawa Barat Wilan Oktavian mengutarakan kalau dibutuhkan percepatan progresif dalam penyelesaian Tol Cisumdawu, terlebih buat seksi 1. Wilan menarangkan kalau sudah dicoba upaya percepatan lewat akumulasi jumlah tenaga kerja serta alat- alat berat( crane, launcher, excavator, compactor, dump truck, paver). Oktavian optimis bahwa pekerjaan seksi 1 serta seksi 2 bisa dituntaskan pada akhir tahun 2021.

Sebaliknya pada seksi 4 serta seksi 5, lagi dicoba pula percepatan pada pembebasan lahan. Apabila pembebasan lahan seksi 4 serta Seksi 5 telah tuntas pada Oktober 2021, hingga pekerjaan di kedua seksi tersebut pula bisa dikebut buat berakhir Desember 2021. Tidak hanya itu, salah satu tantangan dalam pembangunan Tol Cisumdawu merupakan penindakan lereng di Dusun Bojongtotor dengan ketinggian maksimum 136 m. Sebagian alternatif pemecahan penindakan yang dicoba antara lain dengan dicoba penggalian tanah ataupun regrading, penguatan lereng, sumuran dengan sistem pompa, dan akumulasi lahan supaya lereng jadi lebih landai. Lewat 4 tata cara tersebut, penindakan lereng ditargetkan berakhir pada Desember 2021.

Pembangunan Jalur Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibentuk dengan skema Kerjasama Pemerintah serta Tubuh Usaha( KPBU) dengan bayaran konstruksi Rp5, 5 triliun. Dari keenam seksi, Seksi 1 Cileunyi- Rancakalong selama 11, 45 kilometer serta seksi 2 Rancakalong- Sumedang selama 17, 05 kilometer dikerjakan oleh Pemerintah selaku bagian dari viability gap fund( VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Dikala ini progres seksi 1 secara totalitas sebesar 94, 55%, sebaliknya progres seksi 2 sebesar 95, 80%.

Setelah itu Seksi 3- 6 dikerjakan oleh Tubuh Usaha Jalur Tol( BUJT) ialah PT. Citra Karya Jabar Tol( CKJT). Buat Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka selama 4, 05 kilometer konstruksinya sudah rampung 100%. Setelah itu pembangunan Seksi 4 Cimalaka- Legok selama 8, 20 kilometer konstruksinya telah 6, 59%, serta seksi 5 Legok- Ujungjaya selama 14, 9 kilometer progres konstruksinya sebesar 20, 65%. Sebaliknya seksi 6 Ujung Jaya- Dawuan progres konstruksinya telah 63, 29%. Menurut Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, berdasarkan kondisi di lapangan, Tol Cisumdawu bisa mulai digunakan pada tahun 2022. Masih menurut Menko, dengan tol Cisumdawu, Waktu tempuh dari Bandung hingga Kertajati nantinya dapat ditempuh dalam waktu 1 jam saja.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama